Kisah WNI di Australia yang Turut Rasakan Gempa Maluku M 7,4

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
24 June 2019 11:35
Konsulat Indonesia di Darwin, Australia, menjadi salah satu dari beberapa gedung di kawasan CBD kota itu yang harus dievakuasi, Senin.
Jakarta, CNBC Indonesia - Konsulat Indonesia di Darwin, Australia, menjadi salah satu dari beberapa gedung di kawasan central business district (CBD) kota itu yang harus dievakuasi, Senin (24/6/2019), akibat gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Maluku.

Mereka berbagi momen menegangkan itu kepada ABC News.


"Saya sedang berada di kantor kemudian saya merasakan guncangan. Saya bisa melihat meja saya bergerak-gerak, dan atap bergetar," kata karyawan konsulat, Jherry Matahelumual, dilansir dari ABC News.


"Saya kemudian meninggalkan ruangan dan seluruh rekan kerja sama merasakan hal yang sama, jadi kami berlarian ke tempat parkir mobil untuk menghindari benda-benda di atas kami, dan menyelamatkan diri," ujarnya.

Kisah WNI di Australia yang Terguncang Gempa Maluku M 7,4Foto: Titik gempa di Maluku (twitter @infoBMKG)

Masyarakat Darwin dilaporkan merasakan guncangan akibat gempa tersebut. Beberapa properti mengalami kerusakan. Masyarakat pun telah dievakuasi dari gedung yang berguncang.

"Rumah saya di Palmerton masih berguncang dan dinding belakang sedikit retak," ujar salah seorang warga via akun Twitternya.


Pada Senin pukul 09.53.40 WIB, wilayah Laut Banda diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M 7,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 7,4.

Hasil analisis juga menunjukkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6,44 LS dan 129,17 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 289 km arah barat laut Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku pada kedalaman 220 km.


(miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading