Sri Mulyani Mimpi Tax Ratio Capai 13,7%

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
11 June 2019 20:05
Sri Mulyani Mimpi Tax Ratio Capai 13,7%
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mempunya mimpi rasio pajak (tax ratio) Indonesia bisa capai di atas 13% dimasa mendatang. Ia bahkan berharap tax ratio bisa capai hampir 14% atau 13,7% dalam lima tahun ke depan.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bersama dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Dari sisi tax ratio kita harapkan akan meningkat hingga mencapai 13,7% di dalam skenario yang paling optimis atau 12,5% pada skenario yang lebih moderat," ujar Sri Mulyani di Ruang Rapat Banggar, Selasa (11/6/2019).



Tax Ratio adalah rasio antara jumlah penerimaan pajak dengan nilai produk domestik bruto (PDB).

Target yang muluk ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tax ratio 2018 sebesar 11,4% dan juga target pada 2019 sebesar 12,2%.
Data Kemenkeu, menunjukkan proyeksi target tax ratio pada 2020 berkisar 11,8%-12,4%, 2021 antara 11,9%-12,6%, pada 2022 kisaran 12,1%-13% dan 2023 sekitar 12,3%-13,3% serta pada 2024 berada dikisaran 12,5%-13,7%.

"Ini sangat tergantung kepada kemampuan kita menjaga reformasi perpajakan dan intensitas dari kemampuan untuk melakukan collection," jelasnya.
Ihwal defisit APBN, Sri Mulyani menekankan akan tetap terus dijaga pada level yang prudent. Sri Mulyani menyatakan defisit anggaran lebih baik dengan negara lainnya.



"Kalau saya bandingkan kemarin di G20, sebelah saya yang duduk adalah India dan Italia. Itu dua-duanya negara ini defisitnya jauh lebih besar tapi tentu mereka tidak punya undang-undang keuangan negara seperti kita yang maksimum 3%. Jadi mereka defisitnya seperti India dia defisitnya mencapai lebih di atas 5%," jelasnya.



(hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading