Ini Daftar Negara Penghasil Rare Earth Terbesar Dunia

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
08 June 2019 12:59
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara telah mengambil produksi lagi sementara pemain baru memasuki pasar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Logam tanah jarang atau rare earth akhir-akhir ini menjadi komoditas tambang yang sering disebut-sebut, sejak China berencana menjadikan komoditas tersebut sebagai senjata untuk menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari laporan Statista, logam tanah jarang merupakan komponen penting dalam produksi microchip, barang elektronik, dan motor listrik, dan hampir secara eksklusif bersumber dari China.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara telah mengambil produksi lagi sementara pemain baru memasuki pasar, melakukan diversifikasi setidaknya sampai taraf tertentu.

Namun, menurut survei geologi AS, China masih bertanggung jawab atas lebih dari dua pertiga produksi global. Namun banyak negara khawatir akan tergantung pada China, terutama ketika menyangkut produk-produk teknologi. Lalu banyak negara-negara dengan endapan tanah jarang cenderung mengeksploitasi logam tersebut lebih lanjut.


China juga memiliki cadangan rare earth terbesar, tetapi Negeri Tirai Bambu tersebut tidak sendiri, karena masih ada Brasil, Vietnam, dan Rusia juga memiliki banyak (sebagian besar) potensi yang belum dimanfaatkan di sektor ini.

Berdasarkan data yang dipaparkan Statista, cadangan rare earth yang diketahui di China sebesar 44 juta ton, Brasil dan Vietnam sebesar 22 juta ton, Rusia 12 juta ton, dan AS 1,4 juta ton.

Cadangan Rare Earth China Mencapai 44 Juta TonFoto: Statista


AS, bersama dengan Australia, muncul sebagai produsen utama rare earth setelah 2010. Mereka telah memproduksi rare earth sebelumnya untuk keperluan militer, dan kemudian kembali ke pasar ketika logam tanah jarang semakin penting sebagai bagian dari implementasi kemajuan teknologi.

Rare Earth, Logam yang Jadi Senjata China Serang AS
[Gambas:Video CNBC]

Adapun, produksi rare earth AS berkisar di angka 140.000 ton di 2018, naik dari produksi 2017 yang sekitar 100.000 ton, dan Australia sekitar 150.000 ton di 2018, naik dari produksi di 2017 yang sebesar 100.000 ton.

Sementara untuk produksi rare earth Brasil, ada di kisaran 160.000 ton pada 2018, naik tinggi dibandingkan produksi di 2017 yang berkisar di 130.000 ton.

Sedangkan untuk produksi rare earth China di 2018 ada kisaran 120.000 ton, naik dibandingkan produksi di 2017 yang sebesar 100.000 ton.
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading