'Emak-emak Mulai Masak untuk Lebaran Bikin Harga Cabai Naik'

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
03 June 2019 19:57
'Emak-emak Mulai Masak untuk Lebaran Bikin Harga Cabai Naik'
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim harga bahan pokok relatif stabil menjelang Lebaran tahun ini. Demikian disampaikan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Tuti Prahastuti kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Kendati demikian, dia membenarkan ada kenaikan harga komoditas cabai merah.

"Benar, cabai keriting dan besar [harganya] agak meningkat sedikit karena peningkatan permintaan. Ibu-ibu sudah mulai masak untuk persiapan Lebaran," katanya.


Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan Tuti belum menjelaskan lebih lanjut upaya pemerintah menjaga kestabilan pasokan cabai ke pasaran.



Memasuki H-2 Lebaran, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting mulai naik. Terpantau di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai merah besar secara nasional pada Jumat (31/5/2019) lalu ditutup naik 8,12% dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp 45.950/kg. Dalam satu minggu terakhir, kenaikan harga cabai merah besar sudah mencapai 19,66%.

Kondisi ini sama halnya dengan cabai merah keriting yang di akhir pekan lalu harganya telah menembus Rp 42.050/kg, naik 8,52% dibandingkan hari sebelumnya. Bahkan, harga cabai keriting telah melonjak 20,48% dalam sepekan terakhir.

Harga cabai rawit merah tercatat masih stabil di kisaran Rp 40.400/kg pada akhir pekan lalu dan tidak mengalami lonjakan berarti dalam seminggu terakhir. Adapun cabai rawit hijau harganya ditutup di Rp 37.550/kg, turun 0,13% dibandingkan hari sebelumnya tapi naik 3,73% dalam sepekan terakhir.

Emak-emak Mulai Masak untuk Lebaran, Harga Cabai pun NaikFoto: Cabai Merah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengonfirmasi harga cabai telah mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Dirinya bahkan mengatakan kalau kenaikan harga cabai berpotensi terjadi hingga setelah Lebaran.

"Kenapa? Karena di saat Lebaran tidak ada orang panen," ujar Abdullah kepada CNBC Indonesia, Senin (3/6/2019).

Abdullah menjelaskan, stok cabai memang terbatas karena sifatnya yang tidak awet dan tidak tahan lama. Untuk itu, dirinya sulit mengasumsikan berapa kira-kira kenaikan harga cabai.

"Sekarang tinggal bagaimana langkah pemerintah memastikan stoknya terjaga, tidak ada pedagang yang berhenti mendapatkan pasokan dari panen. Itu yang harus diperkuat," jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading