Toyota Siap Produksi SUV & MPV Listrik di 2022

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
03 June 2019 16:30
Toyota Siap Produksi SUV & MPV Listrik di 2022
Jakarta, CNBC Indonesia - Toyota bersama Daihatsu akan memproduksi kendaraan listrik jenis hybrid (hybrid electric vehicle/HEV) di Indonesia pada tahun 2022, dengan tipe mobil antara lain sport-utility vehicle (SUV) dan multi-purpose vehicle (MPV).

Komitmen itu disampaikan Deputy CEO Toyota Corp. Susumu Matsuda saat menemui Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Tokyo, pekan lalu.

Matsuda mengatakan, Toyota menilai kedua jenis mobil tersebut merupakan yang paling diminati konsumen di Indonesia. Dia pun mengapresiasi hasil studi mobil listrik yang dilakukan Kemenperin yang menunjukkan mobil hybrid dapat mengurangi konsumsi bensin hingga 50%.


Dia menambahkan, dalam rangka mempercepat penetrasi pasar dan membiasakan masyarakat Indonesia menggunakan mobil listrik, Toyota juga akan fokus mengembangkan teknologinya di Tanah Air.

"Hal ini untuk memberikan pelayanan utama kepada konsumen kami, sesuai budaya perusahaan, agar mereka praktis memakai kendaraan listrik," ujar Matsuda, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (3/6/2019).

Menperin Sebut Toyota Siap Produksi SUV & MPV Listrik di 2022Foto: Suasana booth Toyota di IIMS (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


Menperin mengatakan, pemerintah berupaya menyosialisasikan kesiapan regulasi kendaraan listrik yang akan segera diterbitkan kepada pelaku industri otomotif di Jepang.

Peraturan Presiden dan regulasi terkait kendaraan listrik nantinya diberikan tenggat waktu atau periode transisi selama dua tahun.

"Maka dari itu, kami berharap pelaku industri otomotif yang ada di Jepang bisa mulai merealisasikannya di tahun 2021 atau 2022," imbuhnya.



Airlangga menegaskan, skema PPnBM bagi kendaraan rendah emisi karbon (low carbon emission vehicle/LCEV) yang sedang disiapkan cukup mengompensasi perbedaan harga antara mobil listrik dengan mobil dengan mesin bakar/ internal combustion engine (ICE) yang ada saat ini.

Perbedaan harga itu diyakini mampu mendorong sebagian konsumen untuk beralih dari menggunakan kendaraan ber-BBM ke kendaraan listrik. Sebab, akan ada keuntungan bagi pengguna kendaraan listrik, terutama efisiensi terhadap konsumsi bensin.

"Apalagi, ada hybrid car itu yang sampai hemat 50%. Selain itu, adanya kemudahan maintenance dari kendaraan-kendaraan berbasis listrik," pungkasnya.

Simak video terkait mobil listrik BYD di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading