Demo 22 Mei Ricuh, Makroekonomi RI Tak Terpengaruh

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
23 May 2019 11:04
Demo 22 Mei Ricuh, Makroekonomi RI Tak Terpengaruh
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia secara makro tidak terpengaruh dari aksi damai 22 Mei yang berujung ricuh kemarin. Aksi ini dinilai hanya sementara dan tidak berpengaruh signifikan ke perekonomian.

Sekretaris Menteri Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono mengatakan, semua kegiatan yang dijadwalkan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal.

"Pak Menko (Darmin Nasution) kemarin sudah menyampaikan, ekonomi makro kita tidak terpengaruh. Kegiatan rutin kita untuk koordinasikan kebijakan di bidang ekonomi juga tetap jalan. Bahas neraca dagang, kebijakan ESDM dan lainnya," ujarnya saat pembukaan pasar murah di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/5/2019).


"Sepertinya kita tidak terlalu terpengaruh terutama dalam konteks keputusan kebijakan ekonomi. Hanya satu agenda kemarin yang ditunda karena traffic ke sini sulit, di luar itu tidak ada," tambahnya.




Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah respon dari para investor karena tidak hanya melihat domestik. Pasalnya saat ini kondisi global juga kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump yang mengeluarkan tarif tahap dua yang sangat mempengaruhi perekonomian nasional.

Ini dinilai menekan pasar saham nasional dan nilai tukar rupiah Indonesia. Sedangkan untuk perekonomian sendiri tetap stabil.

"Justru yang kita lihat adalah di market gimana, IHSG gimana, kalau dari policy ekonomi tidak terlihat terlalu terpengaruh. Kebijakan ekonomi juga akan kita laksanakan. Minggu ini rakortas kebijakan tetap jalan semua dan sepertinya hari ini sudah mulai normal. Mudah-mudahan pagi sudah normal. Itu biasa dalam demokrasi, kita berharap tidak dampak serius ke perekonomian," jelasnya.

Sementara itu, banyak pihak yang berpendapat bahwa aksi 22 Mei ini serupa dengan kejadian rusuh pada tahun 1998 lalu. Namun, Susi menekankan ini adalah kondisi berbeda dan wajar dalam pesta demokrasi. Pada 1998 untuk menurunkan presiden dari tahtanya dan saat ini hanya protes karena hasil pilpres.

"Beda sekali. Lebih merespon hasil pelaksanaan demokrasi kita kemarin dan ada yang puas tidak puas mempertanyakan hasil. Ada mekanismenya, cukup itu saja. Cuma seharian ada kejadian, wajar demokrasi. Harapannya tidak terlalu terpengaruh. Mestinya tidak terlalu terpengaruh," tegasnya.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading