Trump: Berani Lawan AS, Riwayat Iran Akan Tamat

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
20 May 2019 12:36
Trump: Berani Lawan AS, Riwayat Iran Akan Tamat
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada Iran agar jangan pernah mengancam negaranya. Ia memperingatkan bahwa negara Islam itu akan resmi berakhir bila mereka berselisih dengan AS.

Ancaman Trump yang diunggah di Twitter, Minggu (19/5/2019), muncul di tengah memanasnya ketegangan internasional di Timur Tengah setelah AS menerjunkan kelompok buru sergap dan pasukan pengebom ke wilayah itu beberapa pekan terakhir. Pantagon mengatakan pergerakan militer itu adalah respons dari semakin siapnya Iran melakukan operasi menyerang.

Ketika ditanya pada Kamis mengenai kemungkinan AS akan berperang dengan Iran, Trump mengatakan "semoga tidak."


Surat kabar The New York Times menulis bahwa Trump mengatakan kepada pelaksana tugas Menteri Pertahanan Patrick Shanahan bahwa dirinya tidak menghendaki peperangan dengan Ira, dilansir dari CNBC International.


Namun, penasihat keamanan nasionalnya, John Bolton, dikabarkan mendorong pemerintahan Trump untuk mengambil sikap militer yang agresif terhadap Iran.

Menurut The New York Times, Shanahan memaparkan rencana baru militer yang termasuk mengirimkan sebanyak 120.000 pasukan darat ke Timur Tengah jika Iran menyerang pasukan AS atau mendorong pengembangan nuklir. Revisi itu diminta oleh kelompok garis keras yang dipimpin Bolton, menurut The Times.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan ada ancaman yang semakin besar dari Iran di wilayah itu namun ia kesulitan meyakinkan sekutu-sekutu AS di Eropa.

Pompeo mengatakan kepada CNBC bahwa Gedung Putih tidak ingin berperang dengan Iran dan akan menyambut baik kesempatan untuk bernegosiasi dengan negara Islam itu.

Trump: Berani Lawan AS, Riwayat Iran Akan TamatFoto: Donald Trump mengunjungi Louisiana (REUTERS/Carlos Barria)

"Kami tidak akan salah menghitung: Tujuan kami bukanlah peperangan, tujuan kami adalah perubahan sikap pemimpin Iran," ujarnya.

Iran secara resmi mengakhiri salah satu komitmen utamanya dalam perjanjian nuklir 2015 dengan beberapa negara, Rabu (15/5/2019).

Sebuah "program telah diluncurkan" atas perintah dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu untuk menghentikan pelaksanaan beberapa kewajiban Iran, Kantor Berita Mahasiswa Iran melaporkan, mengutip Reuters.



Mulai Rabu (8/5/2019) lalu, Iran telah secara rutin menggunakan uranium yang diperkaya alih-alih menjualnya sebagaimana ditentukan dalam perjanjian nuklir 2015.

Melansir CNBC International, langkah ini akan membantu negara itu membangun persediaan uranium yang diperkaya dan heavy water yang digunakan dalam reaktor nuklir yang akan berpotensi membuka jalan bagi pembuatan senjata.


Saksikan video mengenai ancaman Iran berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading