Rizal Ramli Tuding Sri Mulyani 'Ratu Utang', Anda Setuju?

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
19 May 2019 - 10:30
Rizal Ramli Tuding Sri Mulyani 'Ratu Utang', Anda Setuju?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menko Perekonomian dan Menko Maritim Rizal Ramli kembali mengolok Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai 'Ratu Utang'. Rizal Ramli menggunakan data terakhir di mana utang pemerintah mengalami kenaikan hingga Rp 347 triliun dalam setahun.

Utang pemerintah pusat per akhir April 2019 mencapai Rp 4.528,45 triliun atau meningkat Rp 347,84 triliun dari periode akhir April 2018 yang hanya sebesar Rp 4.180,61 triliun.

"Utang pemerintah setahun naik Rp 347 T. Nyaris Rp 1 trillun per hari! Kok prestasi tertinggi ngutang? Wong Menkeu "Ratu Utang" dipuja2 kreditor karena berikan bunga tertinggi di ASEAN," tutur Rizal Ramli melalui akun Twitternya.




Sebenarnya utang tersebut apakah besar? Seperti apa pengukurannya?




"Dalam mengelola utang yang akuntabel, Pemerintah benar-benar memperhitungkan bahwa setiap rupiah utang yang dilakukan Pemerintah harus dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang sifatnya produktif dan investasi dalam jangka panjang yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar lagi di masa depan," demikian tulis Kemenkeu dalam Laporan APBN Kita per April 2019.

Menurut Kemenkeu, pemerintah berkomitmen untuk melunasi kewajibannya kepada kreditor maupun investor dalam menjaga kepercayaan mereka dengan menganggarkannya dalam APBN 2019 yang telah disetujui wakil rakyat.

"Rasio utang terhadap PDB sampai dengan April 2019 adalah 29,65%, sedikit menurun dibandingkan rasio pada bulan Maret 2019 yang sebesar 30,12%. Per akhir April 2019, jumlah outstanding utang menurun Rp38,86 triliun dibandingkan akhir Maret 2019," jelas Kemenkeu.

"Dengan menurunnya rasio utang terhadap PDB, hal tersebut dapat mencerminkan Pemerintah mengadakan pembiayaan terutama melalui utang luar negeri secara terkendali dan hati-hati dengan menerapkan prinsip manajemen risiko yang baik," jelas Kemenkeu.




Selain itu, arah kebijakan pembiayaan utang akan menyesuaikan dengan defisit APBN dimana pembiayaan melalui utang akan terus berkurang seiring dengan mengecilnya defisit APBN.

Tudingan untuk Sri Mulyani juga hadir sebelumnya. Saat menjadi pembicara di acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019), Prabowo Subianto mengkritik pemerintah karena jumlah utangnya terus bertambah.

Bahkan, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo pada saat itu.

Bukan itu saja, pria yang pernah maju di Pilpres 2014 lalu itu juga menyebut kondisi saat ini sudah stadium lanjut.

"Saudara-saudara saya menerima dukunganmu, sebagai kehormatan tapi jangan mengira saya ini orang sakti yang bisa dengan tongkat saya simsalabim selesai, tidak bisa. Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus," tambah Prabowo.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati lantas membalasnya dengan menulis sendiri puisi yang menjawab tudingan Menteri Pencetak Utang.

BACA : Terharu! Sri Mulyani Tulis Puisi untuk Prabowo soal Utang

"Menteri Keuangan kan mengelola APBN uang rakyat di mana harus dikembalikan ke rakyat itu."

Ia mengatakan puisi tersebut bukanlah balasan kepada Prabowo Subianto. Hanya, puisi tersebut ditulis untuk menjelaskan kepada publik melalui media sosial seperti apa APBN.

"itu nggaklah, balasan. Kalau baca APBN lihat semuanya ya memang terlihat itu ada puluhan embung dibangun dan ratusan ribu rumah. [...] jalan tol, rumah sakit."

"Kan kita kan berhubungan dengan milenial. Kalau tulis nota keuangan itu nggak cukup nanti kalau lewat Instastory. Kemudian nggak akan ada yang meng-click dan jadi berita. Lewat tabel juga nggak ada yang mau baca. Nah begitu puisi masuk ke hati." 





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading