Jokowi: RI Bisa Jadi Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia di 2045

News - Chandra Gian Asmara & Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
09 May 2019 10:37
Jokowi: RI Bisa Jadi Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia di 2045
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menekankan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara dengan ekonomi keempat terbesar di dunia pada 2045.

"Tapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah. Banyak tantangan yang harus diselesaikan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Jangan dipikir kita biasa-biasa saja tahu-tahu masuk empat besar ekonomi. Enggak ada seperti itu. Rumus seperti itu tidak ada," ujar Jokowi.


Menurut Kepala Negara, banyak negara yang terjebak dalam kategori negara berpendapatan menengah (middle income trap) lantaran tidak bisa menyelesaikan persoalan besar yang ada di negaranya. Oleh sebab itu, Jokowi menilai persoalan-persoalan itu harus bisa diselesaikan.

Terdapat tiga persoalan utama yang disorot oleh Jokowi dalam kesempatan itu.



Pertama, infrastruktur. Pemerintah fokus melakukan pemerataan infrastruktur. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, masalah itu harus bisa diselesaikan. Tanpa itu jangan berpikir Indonesia masuk ke dalam negara dengan ekonomi keempat terbesar di dunia pada 2045.

Jokowi meminta kepada gubernur, bupati, dan wali kota agar turut serta dalam penuntasan masalah tersebut.

"Kalau jalan gede sudah, jalan kecil disambungkan secepat-cepatnya. Sambungkan dengan kawasan industri, pariwisata, sentra-sentra industri kecil, sambungkan dengan produksi pertanian maupun perkebunan. Tugas kita buat yang gede, yang kecil daerah. Kalau tidak bisa dikerjakan jangan kita bermimpi masuk 4-5 besar ekonomi terkuat dunia," katanya.

Jokowi: RI Bisa Jadi Ekonomi Terbesar Ke-4 Dunia di 2045Foto: Jokowi di Musrenbangnas 2019/Tito Bosnia

Kedua, reformasi struktural dan birokrasi. Kepala Negara mengingatkan agar kelembagaan harus disederhanakan. Bila perlu, menurut dia, lembaga-lembaga yang tidak diperlukan, tidak efisien, dan tidak berkontribusi riil kepada negara akan ditutup.

"Banyak-banyakin biaya, banyak-banyakin anggaran. Jangan teruskan pola lama, tradisi lama. Setop! Kita harus berhenti," ujar Jokowi.

Ketiga, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Salah satu pekerjaan rumah dari sisi ini, lanjut mantan Wali Kota Solo itu, adalah mayoritas tenaga kerja RI lulusan sekolah dasar (SD) atau sekitar 51%.

"Ini persoalan yang harus kita selesaikan bagaimana kita upscalling atau rescalling harus dilakukan. Enggak mungkin kita lakukan 10 ribu, 100 ribu. Kemarin Pak menteri bilang siap 200 ribu tapi kita butuhnya jutaan. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, harus selesaikan hal ini," kata Jokowi.

Simak video terkait pandangan presiden ketiga RI BJ Habibie terkait pentingnya pembangunan SDM di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading