Serba-serbi Pemilu Luar Negeri, dari Chaos hingga Silaturahmi

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
16 April 2019 09:45
Serba-serbi Pemilu Luar Negeri, dari Chaos hingga Silaturahmi
Jakarta, CNBC Indonesia - Proses pemungutan suara Pemilihan Umum 2019 di luar negeri berlangsung sejak 8-14 April 2019 atau lebih dahulu ketimbang pemungutan suara di Indonesia yang serentak pada Rabu 17 April beosk.

Banyak hal terjadi ketika pemungutan suara dilakukan.
Tercatat sebanyak 2,05 juta pemilih berpartisipasi. Jumlah pemilih terbanyak berasal dari Malaysia, sebanyak 985.216 orang, dan di China sebanyak 465.032 orang.

Komisi Pemilihan Umum mengungkapkan ada tiga metode pemungutan suara di luar negeri. Pertama, memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersedia di luar negeri.

Kedua, memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI dan ketiga adalah metode pos.

Namun, ada sejumlah masalah yang muncul di beberapa negara tempat pemungutan suara berlangsung. Misalnya di Belanda.
Warga Negara Indonesia (WNI) di Belanda harus antre panjang dan lama demi bisa menggunakan hak suara mereka dalam Pemilu luar negeri yang lebih dulu diadakan pada Sabtu (13/4/2019).

Terdapat lima TPS di Belanda, dengan jumlah pemilih 7.000 WNI. Waktu pencoblosan yang disediakan pihak Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag dimulai pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Serba-Serbi Pemilu 2019 di Luar Negeri, Diikuti 2 Juta OrangFoto: Ribuan WNI Serbu Tps Demi Nyoblos di Belanda

Tessa Tamin, seorang warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Rotterdam, Belanda, harus mengantre selama lebih dari 3,5 jam untuk dapat menggunakan hak suaranya di Den Haag. Sekolah Indonesia Den Haag menjadi satu-satunya lokasi TPS di Negeri Kincir Angin itu.

"Mungkin kalau (waktu pencoblosan tiap pemilih) dibagi menurut jam dan lebih jelas mekanismenya, ini tidak akan terjadi," ujar Tessa.


Situasi 'chaos' pun terjadi ketika Pemilu di Sydney, Australia, dilakukan. Panitia dianggap tidak memberikan informasi terkait detail lokasi TPS di tengah-tengah wilayah Townhall yang merupakan bangunan publik terluas di Australia.


Antrean pemilih juga mengular hingga dua blok di luar gedung.


Antrean yang panjang juga terjadi pada pemungutan suara di Jepang. Penyebabnya adalah kurangnya bilik suara yang disediakan, yakni hanya lima bilik, sementara jumlah pemilihnya membludak.

Tetapi, berbeda dengan negara-negara tersebut, pemungutan suara Pemilu 2019 di China berlangsung lancar dan meriah, pada Minggu (14/4/2019).

"Acara tepat dimulai pukul 08.00 dengan pengambilan sumpah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) dan selanjutnya secara bergilir melaksanakan hak konstitusinya sebagai WNI," tulis keterangan tertulis Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun, Minggu.

Tak hanya pencoblosan, pemungutan suara di Beijing juga dimeriahkan dengan bazar, kuliner khas Indonesia, dan panggung musik.

Serba-Serbi Pemilu 2019 di Luar Negeri, Diikuti 2 Juta OrangFoto: Foto/Suasana Pemilu di Korsel/Dok. PPLN Korsel

Adapun di Korea Selatan, warna-warni busana Nusantara yang dikenakan oleh seluruh petugas TPS menjadi penarik perhatian. Ada yang mengenakan beskap, sorjan lurik plus blangkon Jawa, kebaya Bali, hingga Baju Bodo Makassar.

Adapun, ratusan WNI di Denmark dan Lithuania telah menggunakan hak pilihnya di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (13/4/2019) dan berjalan dengan lancar. Pemungutan suara dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga 18.00 waktu setempat.

Jumlah pemilih di Denmark dan Lithuania yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 720 pemilih, dengan rincian 570 pemilih menggunakan pos, dan 150 pemilih terdaftar di TPS. Selain itu, tercatat 63 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Serba-Serbi Pemilu 2019 di Luar Negeri, Diikuti 2 Juta OrangFoto: Suasana pemilu di Washington DC, AS, Sabtu (13/4/2019). (Foto: Kedubes RI di AS)

Pemilu 2019 di Washington D.C., Amerika Serikat (AS), Sabtu (13/4/2019) lalu juga berlangsung tertib, aman, lancar, sekaligus meriah dan penuh suasana keakraban.

Bahkan, melalui rilis resminya, Minggu, Duta Besar RI untuk AS Mahendra Siregar mengatakan, digelarnya bazar dan Panggung Gembira dalam pelaksanaan Pemilu di Wisma Duta tidak saja menambah semarak pelaksanaan Pemilu kali ini, namun juga mampu menjadi ajang silaturahmi para WNI di ibu kota AS itu.

Simak penjelasan soal kisruh Pemilu di luar negeri dari KPU.
[Gambas:Video CNBC]


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading