Pemilu 2019

Seperti Ini Tantangan Besar RI di Mata Prabowo Subianto

News - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
12 April 2019 18:04
Seperti Ini Tantangan Besar RI di Mata Prabowo Subianto
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menjelaskan tantangan besar yang sedang dihadapi Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam kampanye di Surabaya, usai membacakan nama calon kabinet kerjanya.

"Kita perlu bertanggungjawab pada rakyat, agar jangan seperti beli kucing dalam karung. Inilah kira-kira orang-orang yang akan membantu saya. Intinya adalah bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan besar," jelas Prabowo setelah membacakan pakar-pakar yang mendukungnya sebagai calon RI-1, Jumat (12/4/2019).

Tantangan pertama, berkaitan dengan kebocoran penerimaan negara. Prabowo mengungkapkan, berdasarkan data yang ia peroleh dari KPK, penerimaan negara seharusnya mencapai Rp 4.000 triliun. Namun, setengah dari jumlah tersebut berada di luar negeri. Dan sisanya yang diterima negara, masih mengalami kebocoran lagi, hingga yang bisa dinikmati rakyat hanya sekitar Rp 1.000 triliun


"Menurut KPK penerimaan negara mencapai Rp 4.000 triliun, ternyata bocor setengahnya yang masuk hanya Rp 2.000 triliun. Dari Rp 2.000 triliun tersebut bocor lagi 40%, dan yang masuk ke rakyat hanya sepertiganya."




"Pemerintah yang akan datang harus bisa menghentikan kebocoran ini. Saya akan meminta mereka yang bersedia membantu saya, harus berfikir, merencanakan untuk menghentikan kebocoran ini."

Selain kebocoran penerimaan negara, tantangan kedua yang dihadapi Indonesia terkait ketimpangan sosial. Prabowo menyebut, kekayaan tidak terbagi secara merata di Indonesia.

"Segelintir orang menguasai sebagian besar kekayaan Indonesia. Kalau kita rumuskan kekayaan Indonesia dibagi 10 orang, satu orang terkaya menguasai 75% dan yang termiskin minus, hanya memiliki utang. Ini tidak adil dan harus kita atasi."

Tantangan selanjutnya berkaitan dengan tantangan lingkungan hidup. Prabowo mengatakan, iklim saat ini tidak bersahabat, namun pemerintah sekarang tidak memiliki concern terhadap lingkungan hidup.




"Tidak mungkin pemerintah yang terlalu banyak kebocoran bisa mengatasi ini."

"Ini sangat mendesak tapi elite tidak berpikir ke situ. Diperkirakan permukaan laut akan naik lima meter, jika ya, Surabaya tenggelam, Jakarta tenggelam, Pantai Utara Jawa tenggelam, Pantai Timur Sumatera tenggelam, Merauke tenggelam."

Selain ketiga tantangan tersebut, masih adalagi tantangan lain menurut Prabowo. Tantangan ini berkaitan dengan masalah pangan, energi, dan air bersih.

Prabowo menyebutkan, pemerintah harus segera menangani tantangan terkait pangan, energi, dan air bersih, jika tidak maka akan terjadi ketimpangan ekonomi dan memicu kerusuhan.

"Kita hadapi masalah pangan, energi, dan air bersih. Kita harus menjamin itu semua cukup di banyak wilayah republik ini. Kalau tidak segera ditangani, ditambah ada ledakan penduduk 3,8 juta, maka akan menyebabkan ketimpangan ekonomi dan huru-hara."

"Saudara-saudara sekalian, kita ingin program pemerintah yang saya pimpin, Insya Allah kalau diberi mandat oleh rakyat, akan mencapai swasembada pangan, air, dan energi, mencukupi kebutuhan pangan kita sendiri, air dan energi kita sendiri."






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading