Jonan Minta PLN Amankan Pasokan Listrik Saat Pemilu

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
12 April 2019 13:41
Jonan Minta PLN Amankan Pasokan Listrik Saat Pemilu
Jakarta, CNBC Indonesia - Menyambut pesta demokrasi pada 17 April 2019 mendatang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada PT PLN (Persero) untuk memastikan kondisi jaringan dan pasokan listrik aman di seluruh Indonesia.

"Menyambut pesta demokrasi, pasokan listrik harus aman, tidak hanya di waktu pencoblosan, tapi juga seterusnya sampai penghitungan suara," ujar Jonan saat dijumpai dalam kunjungan ke kantor PT PLN (Persero) Pusat Pengaturan Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Ia juga meminta agar PLN melakukan pengecekan lebih detil terutama untuk 17 April 2019. Jonan menyarankan BUMN setrum tersebut untuk berdiskusi lagi dengan KPU, tidak hanya pusat tetapi juga di daerah, untuk memantau kembali hal-hal apa yang kurang dan dibutuhkan.


"Khususnya untuk KPUD yang di daerah-daerah terpencil, yang komunikasinya tidak mudah," pungkas Jonan.

Adapun, ditemui di kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin memaparkan, perkiraan beban kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif (H-7 sampai dengan H+7) untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi pasokan cukup.

Amir juga menuturkan, beberapa upaya yang dilakukan PT PLN P2B Jawa Bali dalam menyiapkan dan menyiagakan pemenuhan pasokan listrik menjelang pemilu antara lain:

- Menetapkan Siaga Pemilu Presiden dan legislatif Tahun 2019 tanggal 17 Maret sampai dengan 24 April 2019.

- Menyiapkan SOP Khusus Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali periode Pemilu Presiden dan legislatif Tahun 2019.

-Menyiapkan Kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem.

- Menyiapkan Pembangkit dan transmisi agar andal dengan mengatur jadwal pemeliharan pembangkit dan transmisi diluar masa siaga Pemilu pilpres.

- Melakukan Piket Siaga dan Pelaporan Kondisi Sistem Jawa Bali.

- Meningkatkan kesiagaan, menjaga Keandalan dan Kualitas Pasokan Listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS).

-Tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan.

- Meningkatkan koordinasi operasi antara Unit Pembangkit, Penyaluran dan Distribusi

- Meningkatkan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga keamanan instalasi;

- Untuk sistem kelistrikan dengan status siaga akan diupayakan dengan Captive Power.

"Apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya, akan diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minimum," kata Amir.

Namun, pada 17 April 2019, lanjut Amir, beban listrik diproyeksikan mengalami penurunan menjadi sebesar 15.571 MW untuk beban puncak siang hari dan sebesar 22.895 MW untuk beban puncak malam hari atau mengalami penurunan sekitar 12% - 29%, karena termasuk dalam hari libur nasional.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading