Pengusaha Kritik Aturan Konyol Pemerintah, SVLK Hingga OSS

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
11 April 2019 20:19
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberi beberapa catatan kepada siapa pun presiden yang terpilih dalam pemilu mendatang.
Jakarta, CNBC IndonesiaAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberi beberapa catatan kepada siapa pun presiden yang terpilih dalam pemilu mendatang. Berbagai pekerjaan rumah (PR) dalam mendorong perekonomian dan bisnis dinilai Apindo perlu dilakukan sesegera mungkin oleh presiden terpilih.

"PR presiden berikutnya, harus difokuskan mendongkrak semaksimal mungkin pertumbuhan ekonomi kita. Semua hambatan itu harus dihilangan, jangan ada lagi [kebijakan] yang konyol," kata Hariyadi.

Dia mencontohkan beberapa aturan konyol yang ada sepanjang pemerintahan saat ini. Pertama adalah keberadaan Sistem Vertifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang dinilai menghambat industri.


"Itu kan konyol, orang pembelinya enggak minta. Sertifikat layak fungsi untuk bangunan, bikin aturan tapi auditor untuk itu terbatas. Apalagi kalau masuk OSS itu bisa nggak keluar," tambahnya.
Hal lain yang dia soroti adalah payung hukum kebijakan, di mana jangan sampai ada kebijakan yang terkendala di lapangan. Terutama terkait birokrasi, di mana realisasi kebijakan kerap terhambat utamanya di daerah.

Wakil Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menambahkan daya saing bisnis Indonesia harus menjadi fokus presiden terpilih. Dia juga menyebut harmonisasi kebijakan antara pusat dan daerah masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, industrialisasi juga penting, terutama dengan kehadiran revolusi industri 4.0, sebab di sisi lain dia masih melihat komoditas masih menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia.

"Kalau bicara daya saing, mesti lihat apa yang terjadi di negara lain. Harus dilihat kenapa Vietnam menarik investasi lebih banyak, terutama dengan labour intensive industry-nya. Mereka juga punya perjanjian dagang yang lebih advance," terang Shinta.

Meski begitu, dia mengakui banyak capaian yang telah dilakukan Jokowi selama memimpin 4,5 tahun terakhir. Shinta menyebut, pemerintah saat ini cukup berhasil dalam meningkatkan jumlah perjanjian dagang yang sempat lama terhenti, misal perjanjian dagang dengan Australia.

"Itu sangat banyak bantu kita pengusaha untuk bisa melakukan lebih banyak ekspor dan menarik investasi," ujarnya.
(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading