Andalkan MRT, 9 Proyek Fantastis Anies Bernilai Rp 571 T

News - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
11 April 2019 11:56
Andalkan MRT, 9 Proyek Fantastis Anies Bernilai Rp 571 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro telah menerima 'proposal' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Musrenbang, Rabu (10/4/2019) kemarin.

Gubernur DKI Anies Baswedan dalam proposal tersebut merencanakan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta dengan nilai sebesar Rp 571 triliun. Salah satu pembangunan infrastruktur yang memakan anggaran paling besar, hingga Rp 214 triliun, ialah pengembangan jaringan rel Moda Raya Terpadu atau MRT.

Ini rincian infrastruktur yang diajukan untuk dibangun di DKI Jakarta. Berikut rinciannya:


1. Pengembangan jaringan rel MRT menjadi 223 kilometer (km), dengan anggaran sebesar Rp 214 triliun.
2. Pengembangan jaringan rel LRT menjadi 116 km, dengan anggaran sebesar Rp 60 triliun.
3. Pengembangan panjang rute Transjakarta menjadi 2.149 km, dengan anggaran sebesar Rp 10 triliun.
4. Pembangunan jaringan rel elevated loopline sepanjang 27 km, dengan anggaran sebesar Rp 27 triliun.
5. Penyediaan pemukiman hingga 600 ribu unit (fasilitas pembiayaan 30%), dengan anggaran sebesar Rp 90 triliun.
6. Peningkatan cakupan air bersih hingga 100% penduduk DKI Jakarta, dengan anggaran sebesar Rp 27 triliun.
7. Peningkatan cakupan jaringan air limbah hingga 81% penduduk DKI Jakarta, dengan anggaran sebesar Rp 69 triliun.
8. Revitalisasi angkot (first dan last mile transport) hingga 20 ribu unit, dengan anggaran sebesar Rp 4 triliun.
9. Pengendalian banjir dan penambahan pasokan air, dengan anggaran sebesar Rp 70 triliun.





Anies Baswedan menegaskan, proposal yang diajukan, sebagian besar fokus pada infrastruktur dasar masyarakat, yang meliputi kebutuhan rumah tangga. Misalnya saja, air bersih, persoalan limbah, gas, hingga listrik.

"Infrastruktur dasar itu mulai dari infrastruktur rumah tangga. Jadi jangan hanya infrastruktur dasar itu yang di luar rumah. Infrastruktur dasar itu air bersih, kemudian sistem pengelolaan air limbah, kemudian pipa gas, listrik untuk setiap rumah, itu salah satu infrastruktur dasar yang jadi fokus untuk kita bangun," ujarnya.

Anies juga menyampaikan, pembiayaan dari sembilan pembangunan infrastruktur yang diajukannya ini, tidak 100% berasal dari pemerintah pusat maupun daerah, sehingga tidak membebani APBN dan APBD. Sesuai saran dari Menteri PPN, ada kemungkinan swasta juga akan dilibatkan.

"Pada saat ini semua opsi dibuka. Tadi beliau [Menteri PPN] menjelaskan, supaya tidak memberikan beban. Memang dari awal kita tidak berencana itu untuk APBN atau APBD saja, tapi justru kita melihat ini adalah rencana pembangunannya, lalu opsi pendanaannya kita sedang bicarakan, nanti sesudah fix setiap aspek, nanti kita akan beritahukan," tandasnya.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading