Ditodong Soal Jual Beli Jabatan, Jokowi Pamer Indeks Korupsi

News - Syahrizal Sidik & Iswari Anggit, CNBC Indonesia
30 March 2019 22:12
Ditodong Soal Jual Beli Jabatan, Jokowi Pamer Indeks Korupsi
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) membeberkan strateginya dalam menekan angka korupsi di Indonesia. Bahkan apa yang dilakukan pemerintah saat ini mampu menekan angka korupsi yang tampak dari data Indeks Persepsi Korupsi.

Menurut Jokowi satu strategi yakni penerapan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS). 

"Di pemerintah pusat ada OSS. Dengan cara ini korupsi bisa berkurang dan hilang, ada transparansi, kecepatan, sistem yang memagari," kata Jokowi dalam Debat Capres 2019, di Hotel Shangri-La, Sabtu (30/3/2019).


Jokowi juga mengungkapkan pada tahun 1998, Indonesia menjadi negara terkorup di Asia dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di level 20. Tapi tahun 2014, level IPK menjadi 34 dan sekarang ini di level 38.


"Artinya ada perbaikan-perbaikan terus. Tidak mungkin instan, tapi sistem, saya percaya sistemlah yang perbaiki negara ini. Sistem menjadi budaya kita, dengan pembangunan sistem online, yang cepat," kata Jokowi.

Sebagai informasi, data Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan level IPK atau Corruption Perception Index (CPI) Global 2018. Dari data tersebut, IPK Indonesia terus naik dari tahun sebelumnya.

Level IPK Indonesia ada di 
38, naik dari 2017 yang bertengger pada angka 37. Rentang skor indeks adalah 0 - 100, semakin besar skor berarti semakin bersih dari korupsi.

Dalam debat malam ini, sebelumnya calon urut nomor 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah Jokowi saat ini ternyata masih ada informasi jual beli jabatan di 90% kementerian.

"Saya kaget saya baca bahwa ternyata pemerintah bapak, perkirakan [ada] jual beli jabatan di 90% kementerian, pejabat bapak bicara ini masalah kita bersama. Jadi semua teknologi sistem itu baik, tetapi kita harus sepakat kalau kita sakit kita berani hadapi penyakit kita," tegas Prabowo. 

"Lembaga pemerintah harus kuat, tidak boleh ada korupsi, sogok menyogok, jual beli jabatan," kata Prabowo. (tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading