Garap PLTS Cirata, Perusahaan Arab Ini Dapat Hak Istimewa

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
28 March 2019 14:38
Garap PLTS Cirata, Perusahaan Arab Ini Dapat Hak Istimewa
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pengembang energi terbarukan asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar, mendapat hak istimewa untuk mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung alias floating PV power plant di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.

Hak istimewa tersebut diberikan dalam tender proyek energi terbarukan tersebut. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menuturkan dua pekan lalu dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan PLN dan sudah membuat prosedur standar (SOP) untuk proyek tersebut.

Ia menjelaskan, ketika proyek ditender, ada syarat dan ketentuan (T&C), kemudian ada harga baru yang ditawarkan ketika tender, saat itu Masdar mendapat hak istimewa untuk right to match.


"Tender dulu, dapat berapa. Nah, itu Masdar dapat privillege. Sehingga nanti dalam SOP tersebut ada proses right to match. Nanti pemerintah ke pemerintah (G to G) akan mengacu pada hasil tender tersebut. At the end, kalau harga nggak kompetitif bisa saja bukan Masdar pelaksananya," jelas Arcandra saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/3/2019).



Lebih lanjut, Arcandra mengatakan, aturan tersebut berlaku umum dan bisa diimplementasikan untuk proyek energi terbarukan lainnya. Adapun, untuk tendernya, akan dimulai dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, sejak 2017, PT PLN (Persero) dan perusahaan pengembang energi terbarukan asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar, sedang menyelesaikan kajian untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung alias floating PV power plant di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.

PLTS Cirata merupakan PLTS terapung pertama di Indonesia ini akan dibangun dalam beberapa tahap. PLTS ini dibuat terapung di atas waduk agar biaya investasinya murah, tak perlu pembebasan lahan.

Adapun, pada tahap pertama akan dibangun pembangkit berkapasitas 50 MW, yang rencananya akan selesai dan beroperasi pada kuartal II-2019. Lalu untuk tahap berikutnya, akan dibangun dengan total 150 MW dan rencananya akan beroperasi pada 2020. Proyek ini ditaksir membutuhkan dana US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,05 triliun.

Pendanaan proyek ini nantinya 70% berasal dari dua perusahaan itu. Sementara sisanya bisa melalui pinjaman. Adapun hak kepemilikan pada proyek tersebut nantinya sebesar 51% dimiliki oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan sisanya Masdar. (wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading