Curahan Hati JK Saat Kecil Beli Keset Made in Penjara

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
26 March 2019 - 20:48
Curahan Hati JK Saat Kecil Beli Keset Made in Penjara
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengunjungi Pameran Produk Unggulan Narapidana ke-7 di kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (26/3/2019).

Dalam sambutannya, JK mengungkapkan satu dari setiap 1.000 warga negara Indonesia saat ini berada dalam binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Menurut Wapres, ini adalah jumlah yang besar. Dia pun menegaskan bahwa narapidana tetaplah warga negara yang harus dibina untuk tetap menapak masa depan yang lebih baik.


Foto: Jusuf Kalla dalam sebuah acara di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


Salah satunya, adalah dengan mengajarkan napi untuk senantiasa berkarya dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi, meskipun di balik jeruji besi.

"Dulu pas saya kecil, saya mengenal hanya keset kaki dari [sabut] kelapa yang diproduksi dari penjara, sekarang sudah bervariasi produknya," kata Wapres disambut gelak tawa hadirin, Selasa (26/3/2019).

"250 ribu orang di dalam Lapas tidak hanya menghabiskan waktu tapi juga bermanfaat bagi warga negara lainnya," imbuhnya.

JK pun mengibaratkan lembaga pemasyarakatan kini layaknya pesantren, di mana anggotanya dibina menjadi pribadi yang lebih baik, mulai dari kegiatan agama hingga aktivitas wirausaha yang produktif.



Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berharap warga binaan Lapas dapat "lulus" menjadi wirausaha baru selepas keluar.

Kemenperin juga concern terhadap pengembangan pasar produk narapidana dan sedang berupaya membuka akses agar produk mereka dapat diterima di online market place seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, blibli.com dan blanja.com melalui program e-Smart IKM.

"Indonesia butuh setidaknya 4 juta wirausaha baru untuk turut mendorong penguatan struktur ekonomi. Saat ini, rasio wirausaha dalam negeri masih sekitar 3,1% dari total populasi kita," jelasnya.



Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun lalu, workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp 2,37 miliar.

Berdasarkan sektornya, industri makanan dan minuman (mamin) mendominasi hingga 31,87% dari total transaksi di e-Smart IKM, disusul sektor industri logam sebesar 29,10%, dan industri fesyen sebesar 25,87%.

Tahun ini, Kemenperin menargetkan 10.000 peserta ikut dalam program e-Smart IKM.

Simak video Menperin terkait hub industri otomotif di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading