Internasional

AS Akan Audit Sertifikasi Laik Terbang Boeing 737 Max 8

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 March 2019 11:43
AS Akan Audit Sertifikasi Laik Terbang Boeing 737 Max 8
Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Perhubungan (DOT) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (19/3/2019) meminta badan pengawas untuk mengaudit persetujuan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk pesawat Boeing 737 Max 8.

Langkah itu diambil setelah jenis pesawat tersebut terlibat dalam dua kecelakaan fatal dalam waktu kurang dari lima bulan dan menewaskan total 346 orang.

Boeing 737 Max 8 merupakan jenis pesawat penumpang cepat dan paling banyak terjual.


Menteri Perhubungan Elaine Chao pada hari Selasa mengirim memo ke Calvin Scovel, inspektur jenderal departemen itu, untuk memformalkan permintaan audit tersebut.


Boeing dan FAA, yang mensertifikasi pesawat itu dua tahun lalu, telah berada di bawah pengawasan ketat setelah tragedi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines 302 pada 10 Maret. Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Para investigator yang telah menyelidiki data dari kotak hitam pesawat mengatakan mereka mendeteksi ada "kesamaan yang jelas" antara penyebab kecelakaan penerbangan Ethiopian Airlines dan pesawat milik Lion Air di Indonesia yang jatuh pada Oktober tahun lalu dan menewaskan 189 penumpang dan krunya.

"Kami akan sepenuhnya bekerja sama dalam audit Departemen Perhubungan yang diumumkan oleh Menteri Chao," kata Boeing dalam sebuah pernyataan, dilansir dari CNBC International.

Beberapa jam setelah DOT mengatakan akan mengaudit persetujuan FAA terhadap pesawat itu, Presiden Donald Trump mengatakan ia telah memilih mantan eksekutif Delta Air Lines Steve Dickson untuk memimpin FAA. Badan ini tidak memiliki pemimpin tetap sejak Januari 2018.

AS Akan Audit Sertifikasi Laik Terbang Boeing 737 Max 8Foto: Infografis/Boeing 737 max 8 Dilarang Terbang/Edward Ricardo

AS, Rabu lalu, bersama dengan belasan negara lain, melarang dioperasikannya pesawat Boeing 737 Max.

DOT mensertifikasi Boeing 737 Max 8 pada Maret 2017. Model ini telah dirancang ulang dan lebih efisien bahan bakar dibandingkan jenis pesawat terbaiknya yang telah terbang sejak 1960-an.

Boeing 737 Max 8 memiliki fitur mesin yang lebih besar dari model sebelumnya dan untuk mengatasi potensi macet mesin dalam penerbangan, Boeing menambahkan sistem anti-stall otomatis yang mengarahkan hidung pesawat ke bawah, memudahkan pilot untuk menjaga kestabilan pesawat.

Namun, jika sensor yang menentukan apakah pesawat berada di dalam kondisi macet mesin (stall) menerima data yang salah dan mengarahkan hidung ke bawah, maka konsekuensinya bisa menjadi bencana besar.

Para penyelidik yang memeriksa kecelakaan Lion Air yang hancur di Indonesia telah mengindikasikan bahwa para pilot tampaknya melawan sistem tersebut dan kesamaan antara kecelakaan itu dan kecelakaan Ethiopian Airlines telah meningkatkan pengawasan dari para pembuat undang-undang dan regulator tentang Boeing dan FAA pada peluncuran pesawat itu.


Banyak pilot tidak menyadari sistem baru yang ada sampai setelah Lion Air jatuh. Beberapa pilot bahkan hanya mendapat pelatihan dari presentasi di iPad dan dilakukan kurang dari satu jam.

Pelatihan tersebut pun hanya menjelaskan perbedaan antara pesawat Boeing 737 Max dan model yang lebih lama. FAA tidak mengamanatkan pelatihan simulator.

Lebih dari 370 unit pesawat Boeing 737 Max tersebar di berbagai maskapai penerbangan di seluruh dunia dan lebih dari 4.500 di antaranya telah dipesan. Saham Boeing naik 0,3% pada hari Selasa dan ditutup menjadi US$ 373,43.


Saksikan video mengenai kesamaan data dua pesawat yang celaka tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading