Sri Mulyani Kejar Temuan Dana WNI Rp 1.300 T di Luar Negeri

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
18 March 2019 11:15
Sri Mulyani Kejar Temuan Dana WNI Rp 1.300 T di Luar Negeri
Jakarta, CNBC IndonesiaDirektorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, ada temuan aset warga negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri senilai Rp 1.300 triliun. Dana tersebut belum tercatat di Ditjen Pajak

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pihaknya masih melakukan penelitian mendalam atas temuan tersebut. Temuan ini diperoleh berkat kerja sama pertukaran data keuangan internarional, lewat Automatic Exchange of Information (AEoI).

Baik Ditjen Pajak maupun Ditjen Bea dan Cukai, lanjut Sri Mulyani, akan mencocokkan temuan tersebut dengan data yang ada dalam sistem perpajakan Kemenkeu sendiri.


"AEoI itu kan diatur oleh undang-undang. Mulai tahun lalu kita mendapatkan informasi tahun 2018 dan tahun ini juga. Pada saat yang sama kita juga bertukar informasi pajak ke negara-negara lain. Saat ini prosesnya kita sedang meneliti data-data tersebut, kita belum sampai pada tahap berapa yang akan diidentifikasi," kata Sri Mulyani usai menghadiri Sarasehan LPDP, Jumat (15/3) malam lalu.



Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut juga mengingatkan, melalui kerja sama AEoI, sistem perpajakan Indonesia juga terus dievaluasi. Terutama bagaimana pemerintah Indonesia memperbaiki informasi perpajakan dari sisi IT, business process, dan dari sisi reliability di dalam mengelola data.

"Karena kalau kita tidak dianggap baik, maka negara partner kita tidak akan memberikan data. Jadi harus ada syarat resiprokal itu, tidak hanya dari sisi tukar-menukar data tetapi juga keandalan kita mengelola data termasuk kerahasiaan datanya," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Pertukaran Informasi Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Kemenkeu, Leli Listianawati, mengungkapkan temuan yang diperoleh dari AEoI bahwa ada aset WNI senilai lebih dari Rp 1.300 triliun yang disimpan di luar negeri.

"Benar, memang ada aset keuangan yang belum dilaporkan baik melalui SPT [surat pemberitahuan tahunan] dan TA [tax amnesty], tapi kita sudah terima berdasarkan pertukaran data informasi keuangan Automatic Exchange of Information [AEoI]," ujar Leli di kantornya pekan lalu.

"Informasi keuangan yang kita terima dari tahun lalu itu ada lebih dari Rp 1.300 triliun. Mungkin untuk tahun ini akan meningkat lagi karena negara yang akan bertukar terus bertambah tiap tahun," imbuhnya. (wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading