Kata 'Bodoh' dari Jokowi dan Curhatan Bos BKPM

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
14 March 2019 09:48
Kata 'Bodoh' dari Jokowi dan Curhatan Bos BKPM
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019 kemarin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menjadi salah satu pembicara.

Tom, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya perubahan pola kerja birokrasi pemerintah dalam memfasilitasi pelaku usaha yang ingin berinvestasi hingga melakukan ekspor.

"Menurut saya, salah satu kelemahan yang cukup fundamental adalah pola kerja kita di birokrasi, di pemerintahan. Pola kerja kita sebagai pejabat masih terjebak di pola-pola abad ke-20, didominasi rapat-rapat, meeting-meeting, lalu juga surat-menyurat. Ini terus terang sangat-sangat ketinggalan zaman," ujar Tom di Hotel Shangri-La, Rabu (13/3/2019).


Di depan para peserta Raker Kemendag, Tom lantas bercerita soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal defisit neraca perdagangan di acara Rapat Koordinasi Investasi 2019 di ICE, BSD, sehari sebelumnya.

Kata 'Bodoh' dari Jokowi dan Curhatan Bos BKPMFoto: Kepala BKPM Thomas Lembong dalam acara acara Rakornas Investasi 2019 (CNBC Indonesia/Iswari Anggit)


"Mungkin Ibu Bapak sudah baca di koran tadi pagi, entah kenapa kemarin Pak Presiden marah-marah lagi soal [defisit] neraca dagang, bukan di acara Ibu-Bapak, tapi di acara saya," kata Tom disambut gelak tawa hadirin.

Menurut Tom, besar kemungkinan Presiden menyalahkan kondisi defisit neraca dagang tidak hanya sebagai kesalahan Kementerian Perdagangan semata, tapi juga BKPM yang gagal menarik lebih banyak investasi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

"Entah, tapi saya lumayan kaget juga karena kemarin di acara Rakornas BKPM, [Presiden] dalam sambutannya mengeluhkan neraca dagang, kekalahan investasi, sampai keluar dari mulut beliau, kata 'bodoh'," lanjutnya.

Mantan Menteri Perdagangan ini pun mengakui Indonesia memang tertinggal dari negara-negara tetangga di ASEAN (Malaysia, Thailand, dan Vietnam) khususnya dari segi investasi dan ekspor.

Tom lantas membandingkan pola kerja birokrasi pemerintah saat ini dengan pola komunikasi generasi millenial, di mana semuanya serba instan lantaran via WhatsApp, Instagram, hingga Facebook.

"Saya sangat yakin kalau kita tidak memodernisasi cara kerja dan pola kerja kita untuk ikut era kerja yang serba instan, kita tidak akan bisa mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan negara tetangga. Fasilitasi investasi dan ekspor, networking, itu semua lebih penting dari pada sekadar urusan-urusan administrasi," pungkasnya.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading