Jadi Orang Kaya di RI, Berapa Gaji Martua Sitorus di Wilmar?

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
06 March 2019 17:19
Jadi Orang Kaya di RI, Berapa Gaji Martua Sitorus di Wilmar?
Jakarta, CNBC Indonesia - Forbes, majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat (AS) kembali merilis daftar terbaru jajaran orang terkaya di seluruh dunia atau Forbes World's Billionaires 2019.

Sebanyak 21 orang taipan asal Indonesia masuk dalam jajaran orang terkaya versi Forbes di 2019, salah satunya Martua Sitorus yang berada di urutan ke 10 orang kaya di Indonesia, atau urutan ke 1.340 orang terkaya di dunia. 

Pengusaha alumnus dari Universitas HKBP Nommensen, Medan itu, 
mendirikan Wilmar bersama Kuok Khoon Hong (juga masuk daftar orang terkaya) pada 1991. Saham Wilmar International kini diperdagangkan di Bursa Efek Singapura atau Singapore Stock Exchange (SGX).


Martua, menurut catatan Forbes, turun dari jajaran dewan direksi Wilmar yang menjadi perusahaan pedagang sawit terbesar di dunia, pada Juli 2018. Langkah itu terjadi beberapa hari setelah Greenpeace menuduh perusahaan perkebunan miliknya dan perusahaan saudaranya, Gama Corp, membersihkan ribuan hektare hutan untuk perkebunan sawit.

Wilmar juga bermitra dengan Ciputra Group, kongsi ini membuat Gama Land akan membangun proyek di Jakarta dengan 15 tower apartemen dan komplek pusat perbelanjaan.


Sebagai pemilik saham dan juga masuk dalam jajaran non-eksekutif, tentu publik ingin mengetahui berapa remunerasi Martua di perusahaan yang didirikannya ini?


Laporan keuangan 2018 belum dipublikasikan di SGX, tapi jika melihat laporan keuangan Wilmar pada 2017 dan 2016 tergambar jelas besaran remunerasinya. Tentu saja, besaran ini belum menghitung dividen yang dia peroleh dari laba bersih Wilmar tiap tahun.

Pada 2017, total remunerasi yang dia peroleh sebagai Direktur Non Eksekutif mencapai S$8,36 juta setahun. Dengan asumsi rupiah terhadap dolar Singapura Rp 10.468, maka sekitar Rp 88 miliar. Besaran remunerasi itu terbagi atas bonus S$ 8 juta, gaji pokok S$ 103.260, fee S$ 60.000, dan amortisasi opsi saham S$ 192.500.

Sebagai perbandingan, remunerasi itu jauh meningkat dibandingkan yang dia peroleh pada 2016. Pada periode ini, total remunerasi yakni S$ 2,16 juta dolar, terdiri dari gaji pokok S$ 373.260, benefit S$ 550, bonus S$ 1,5 juta, amortisasi opsi saham S$ 287.330, dan fee S$ 373.260.



Ini Jajaran Orang Terkaya Indonesia
[Gambas:Video CNBC]
(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading