RI Banjir Turis Jiran, Promosi Wisata 'Nyangkut' di Malaysia?

News - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
03 March 2019 11:36
Selama 2018, turis Malaysia paling banyak kunjungi RI. Apakah promosi wisata RI hanya 'nyangkut' ke negara tetangga dan tak sampai Eropa?
Jakarta, CNBC Indonesia- Antusiasme wisman Malaysia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2018 tercatat pada data BPS (Badan Pusat Statistik) sebesar 2,5 juta turis.

Kunjungan turis dari negeri tetangga terus naik sejak 2014. Di 2018, Malaysia bahkan mengalahkan China yang oleh BPS tercatat hanya 2,1 juta turis. Lalu disusul Singapura 1,7 juta turis, Australia 1,3 juta, dan India 595 ribu.




Untuk Eropa jangan ditanya lagi, Inggris hanya berada di posisi 7 dengan turis 391 ribu. Naik tipis dibanding 2017 lalu dengan 378 ribu pengunjung. Berikutnya ada Perancis di urutan 10, yang juga naik tipis dengan menyumbang 287 ribu turis, naik tipis dibanding 2017 yang 274 ribu.

Sementara makin banyak orang Indonesia wisata ke Korea Selatan dan Jepang. Turis dua negara ini justru merosot yang berkunjung ke RI selama 2018 lalu. Jepang hanya menyumbang 530 ribu turis di 2018, turun dari 573 ribu turis di 2017.

Turis Korea Selatan juga hanya 358 ribu yang kunjungi Indonesia, turun dari 423 ribu di 2017.

Angka Ini menurut pakar pariwisata Jajang Gunawijaya bukan tanpa alasan. Kemudahan akses bebas visa dan tingkat kemakmuran individu warga Malaysia menjadi salah satu faktornya. Menurutnya, tingkat kemakmuran individu yang tinggi cenderung membuat masyarakat Malaysia lebih banyak berpegian.
 
Menyusul hal di atas, adanya jalur penerbangan langsung juga menambah faktor angka statistik wisman Malaysia yang tinggi.
 
"Berikutnya adalah ada jalur penerbangan langsung, seperti misalnya dari Kuala Lumpur ke Bandung. Kalo sekarang kan wisatawan Malaysia direct, karena perjalanan yang singkat itu juga memakan biaya yang relatif murah untuk ukuran orang Malaysia," tutur Jajang Gunawijaya, Ketua Bidang Studi Sosial dan Humaniora Program Vokasi Universitas Indonesia (UI) di UI, Depok (22/2/2019).
 
Aturan Indonesia juga tidak seketat Malaysia. Seperti tidak adanya larangan meludah di sembarang tempat dan merokok di ruang terbuka. Menurut Jajang mereka bisa lebih longgar karena bebas dari kekangan peraturan. Sedangkan kultur Malaysia dan Indonesia juga kurang lebih sama. Membuat wisman Malaysia betah di Indonesia.

RI Banjir Turis Jiran, Promosi Wisata 'Nyangkut' di Malaysia?Foto: Aristya Rahadian/CNBC Indonesia


Hal ini dibenarkan oleh Rizky Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran 1 Kementerian Pariwisata. Bahwa maraknya kedatangan wisman Malaysia dikarenakan kedekatan border dan kultur yang tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Proximity kedekatan bahkan menjadi unsur wisman Malaysia melakukan perjalanan ke Indonesia berkali-kali.

Rizky berkata bahwa wisman India bisa satu tahun sekali pergi ke Indonesia. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura bisa 4 sampai 5 kali. Sama seperti orang Indonesia yang mempunyai uang lebih dan ingin menghabiskan waktu weekend ke luar negeri.

"Karakternya sama, karena memang negara yang dekat seperti Singapura dan Malaysia ini menjadi salah satu target yang gampang atau low hanging fruit alias gampang kita petik. Perjalananya ke Indonesia dekat dan murah. Mereka sudah kenal kita secara etnis Melayu," Kata Rizky Handayani pada CNBC Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta Pusat (28/2/2019).

Saksikan video pemerintah targetkan 20 juta wisman di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading