Bos OJK: Kembangkan Teknologi, Kalau Bisa Jangan Impor

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 February 2019 - 18:51
Bos OJK: Kembangkan Teknologi, Kalau Bisa Jangan Impor
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimistis Indonesia bisa jauh lebih berkembang di masa depan. Indonesia negara kaya yang mempunyai segalanya.

"Kesempatan tumbuh masih. besar. Bayangkan saya kita 260 juta jiwa. [...] Kita harus menerapkan dan mengembangkan teknologi dan industri. Kalau bisa jangan impor," kata Wimboh dalam dikusi CNBC Indonesia Outlook 2019 di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Misalnya soal gadget atau gawai. Menurut Wimboh market gadget di Indonesia cukup besar pangsanya. Tak ada kata tak bisa untuk membuat gadget asli Indonesia.


"Jadi kenapa kita nggak bisa bikin gadget yang kualitasnya bagus? Masa nggak bisa."

BACA : Mengintip Barang Impor yang Banjiri RI Sepanjang 2018

Kemudian, potensi dari pengembangan sektor energi juga perlu ditingkatkan. Menurut Wimboh, Indonesia masih ketergantungan dengan bensin.

"Kenapa juga kita tak bisa kembangkan refinery?"

"Ini adalah harapan pemerintah semua. Ini adalah potensi dan juga bagi pengusaha."

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan nilai impor pada Bulan Desember 2018 dari sektor non migas naik menjadi US$ 13,31 miliar, jika dibandingkan dengan Bulan Desember 2017 sebesar US$ 12,54 miliar.

BACA : Sepanjang 2018, Ini Deretan Barang Impor yang Banjiri RI

Lantas, apa saja sih komoditas impor terbanyak sepanjang tahun 2018 (dari Bulan Januari sampai Desember)?

Berikut 10 komoditas impor terbanyak sepanjang tahun 2018:
  • Mesin-mesin atau pesawat mekanik - US$ 27,197 miliar atau 17,12% dari total keseluruhan impor.
  • Besi dan baja - US$ 10,245 miliar atau 6,45% dari total keseluruhan impor.
  • Serealia - US$ 3,795 miliar atau 2,39% dari total keseluruhan impor.
  • Pupuk - US$ 1,904 miliar atau 1,20% dari total keseluruhan impor.
  • Buah-buahan - US$ 1,310 miliar atau 0,83% dari total keseluruhan impor.
  • Kapal laut dan bangunan terapung - US$ 1,310 miliar atau 0,83%
  • Kapal terbang dan bagiannya - US$ 908 juta atau 0,57% dari total keseluruhan impor.
  • Sayuran - US$ 738 juta atau 0,46% dari total keseluruhan impor.
  • Daging hewan - US$ 724 juta atau 0,46% dari total keseluruhan impor.
  • Senjata atau amunisi - US$ 313 juta atau 0,20% dari total keseluruhan impor.

Bos OJK: Kembangkan Teknologi, Kalau Bisa Jangan ImporFoto: Infografis/Deretan Barang Impor yang Banjiri RI di 2018/Arie Pratama


Simak Video Bos OJK Bicara Bunga Deposito:

[Gambas:Video CNBC]




(dru/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading