Internasional

AS-China Susun MOU Damai Dagang, Apa Isinya?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
21 February 2019 13:21
AS-China Susun MOU Damai Dagang, Apa Isinya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pejabatĀ Amerika Serikat (AS) dan China yang tengah merundingkan kesepakatan dagang dikabarkan menyusun nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU).

MOU ini menjadi kabar baik bagi pasar yang menantikan tercapainya perjanjian yang akan mengakhiri perang dagang antara dua perekonomian terbesar di dunia. AS dan China memiliki tenggat waktu hingga 1 Maret untuk mencapai kesepakatan sebelum Negeri Paman Sam menaikkan bea impor terhadap produk China dari 10% menjadi 25%.



Pejabat tinggi kedua negara akan bertemu kembali di Washington Kamis (21/2/2019) dan Jumat waktu setempat setelah pekan lalu merampungkan pembicaraan di Beijing.


Beberapa sumber yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan kepada Reuters bahwa nota kesepahaman itu mencakup beberapa masalah paling kompleks dalam hubungan dagang kedua negara.

Para negosiator sedang menyusun enam MOU terkait beberapa isu struktural, yaitu transfer teknologi paksa dan pencurian siber, kekayaan intelektual, jasa, mata uang, pertanian, dan halangan perdagangan non-tarif, menurut dua orang sumber, dilansir dari Reuters.

AS-China Susun MOU Damai Dagang, Apa Isinya?Foto: (kiri-kanan) Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Wakil Perdana Menteri Tiongkok dan perunding perdagangan Liu He, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berfoto di depan saat sesi pembukaan perundingan perdagangan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Kamis, (14/2/2019). (Mark Schiefelbein / Pool via REUTERS)

Dalam pertemuan antara AS dan China di Beijing pekan lalu, kedua belah pihak saling bertukar naskah dan bekerja untuk menyusun kewajiban-kewajiban terkait, menurut seorang sumber.

Amerika Serikat menuduh Beijing memaksa perusahaan-perusahaan AS yang melakukan bisnis di China untuk mentransfer teknologi mereka dengan mitra lokal dan menyerahkan rahasia kekayaan intelektual. China membantah terlibat dalam praktik semacam itu.



Di saat yang sama, kedua pihak sedang membahas mekanisme penegakan untuk kesepakatan itu, kata sumber itu.

Reuters melaporkan bulan lalu bahwa Amerika Serikat mendorong diadakannya tinjauan rutin atas kemajuan China dalam reformasi perdagangan yang dijanjikan dan dapat memberlakukan kembali tarif jika dianggap Beijing telah melanggar perjanjian tersebut.


Saksikan video pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa deadline perundingan bisa saja diperpanjang berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading