Bangkrut, Toko Sepatu Payless Tutup Mulai Minggu Ini

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
17 February 2019 09:13
Bangkrut, Toko Sepatu Payless Tutup Mulai Minggu Ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Payless ShoeSource dipastikan akan menutup seluruh gerainya yang berada di Amerika Serikat mulai hari Minggu ini (17/2/2019), berdasar keterangan juru bicara perusahaan kepada CNBC Internasional.

Penutupan gerai dilakukan seiring dengan proses pengajuan pailit perusahaan. Tidak cumai gerai ritelnya, perusahaan juga akan menutup toko onlinenya pada hari yang sama. Untuk habiskan stok, penjualan masih dilakukan setidaknya sampai Maret di beberapa toko, dan tutup total pada Mei mendatang.

CNBC sebelumnya melaporkan, bahwa ritel tersebut memang sedang mempersiapkan kemungkinan kebangkrutan.


Dengan harapan menjaga beberapa toko tetap terbuka, mereka mencari pembeli untuk memborong propertinya.

Didirikan pada tahun 1956 di Topeka, Kansas, Payless memiliki lebih dari 2.700 toko di Amerika Utara, menurut situs webnya. Likuidasi tidak akan memengaruhi toko waralaba atau Amerika Latin, kata juru bicara itu.



Payless pertama kali mengajukan bangkrut pada April 2017, terkenal karena kerap lolos dari krisis, gerai ini bahkan sempat bertahan di tahun lalu ketika gerai-gerai ritel seperti Toy R Us sudah berguguran.

Selama empat bulan menjalankan proses kebangkrutan, Payless sudah menutup hampir 700 toko. Pengecer ini berjanji bahwa bisnisnya akan bangkit kembali dengan brand yang lebih kuat, didorong oleh pertumbuhan di Amerika Latin. Tapi malang tak bisa diterka, seperti deretan gerai ritel lainnya, Payless sulit keluar dari proses pailit mereka. 



Industri ritel terus berada dalam pergolakan, karena pembeli beralih ke online dan menuntut lebih banyak pengalaman berbelanja mereka. Perubahan tersebut menguntungkan raksasa seperti Walmart dengan skala atau toko-toko lokal yang lebih kecil, tetapi menjadikan mereka yang berada di tengah terperas. Pengecer yang lebih besar memiliki sumber daya untuk berinvestasi dalam rantai pasokan dan kemampuan online, sementara pengecer lokal hanya dapat memenuhi selera daerah.

Payless, khususnya, telah menghadapi persaingan dari pesaing yang lebih besar seperti T.J. Max Perusahaan induk TJX, yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar US $ 62 miliar dan pengecer sepatu DSW, yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 2,2 miliar.

Simak video tentang Penggila sneakers yang rela habiskan duit ratusan juta demi sepatu impian di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading