Dari Uninstall Bukalapak sampai Berakhir di Uninstall Jokowi

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 February 2019 14:26
Dari Uninstall Bukalapak sampai Berakhir di Uninstall Jokowi
Jakarta, CNBC Indonesia - Jagat media sosial dihebohkan dengan tagar #UninstallBukalapak yang belakangan menjadi trending topic di Twitter. Seruan untuk meng-uninstall aplikasi e-commerce unicorn di tanah air itu merespons kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky soal presiden baru dan anggaran riset Indonesia.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kayak gini (dua miliar dolar AS, 2016), mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis Achmad Zaky di akun twitter pribadinya, Rabu (13/2/2019) malam. Sontak, keesokan harinya, cuitan itu menjadi viral di media sosial meski Zaky telah mengapus unggahannya tersebut.

Lantas, cuitannya CEO berusia 32 tahun itu pun ditanggapi beragam oleh warganet. Warganet menyimpulkan, kicauan pribadi Zaky mengarah pada dukungan kepada salah satu calon presiden tertentu karena ada kata "presiden baru". Namun, Zaky lantas buru-buru mengklarifikasinya, ia menyatakan tak bertendensi mendukung salah satu calon presiden tertentu.


Zaky menegaskan, tujuan kicauannya itu untuk menyampaikan fakta, memang anggaran riset di Indonesias masing tertinggal dengan negara-negara lain.

"Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara 'presiden baru' maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya. Lets fight for innovation budget," klarifikasi Zaky, Kamis (14/2/2019).

"Tujuan dari tweet saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, kita perlu investasi di riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara2 lain," tulisnya.

Dari Uninstall Bukalapak sampai Uninstall JokowiFoto: CNBC Indonesia TV

Tagar #UninstallJokowi

Sayangnya, efek cuitan Zaky tak berhenti begitu saja, setelah trending topic #UninstallBukalapak, belakangan juga muncul tagar #UninstallJokowi. Pantauan CNBC Indonesia, hingga Jumat petang, (15/2/2019) tagar itu masih menjadi trending topic nomer 1 di Twitter. Tanda pagar itu juga dicuitkan oleh 61.000 akun.

Merespons munculnya tagar #UninstallJokowi itu, netizen menuliskan reaksi beragam. Salah satunya digaungkan Partai Gerindra melalui akun @partaigerindra.

"Apakah ada yang salah jika Bang @sandiuno adalah mentor bisnis dari Achmad Zaky? Ini adalah bisnis anak bangsa, yang seharusnya mendapat dukungan pemerintah. #uninstalljokowi," cuit akun tersebut.

Ada juga reaksi dari pendukung Prabowo terhadap tagar #uninstalljokowi dengan mengajak para netizen beramai-ramai #installprabowo pada Pilpres 17 April mendatang alias tanggal pencoblosan pemilihan umum presiden dan pemilu legislatif digelar.

Warganet lain juga mencuitkan nyinyiran dengan tagar yang sama dengan menambahkan video.


"Jalan Tol Trans Sumatera Belum Diresmikan Sudah Tambal Sulam.Ini Akibat Proyek Kejar Target, Kejar Elektabilitas Yang Semakin Ngungsepppp. Akhirnya Lihat Saja Sendiri Kualitasnya, Sangat Miris Belum Apa-Apa Sudah Seperti Ini Wujudnya. Yukkk...Ahh#uninstalljokowi " tulis akun @putrab***en80

Zaky Sampaikan Maaf

Achmad Zaky, hari ini bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana negara. Dalam pertemuan tersebut, Zaky langsung meminta maaf kepada Jokowi berkaitan soal kicauan Zaky di akun Twitter miliknya.

"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin terus selanjutnya saya apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat supaya Indonesia maju," kata Zaky usai pertemuan, Sabtu (16/2/2019).

Zaky juga menyampaikan dalam pertemuan disampaikan, bahwa pemerintah sudah punya rencana membuat indonesia maju berbasis inovasi.

"Bukalapak juga support dan Bukalapak sedang kembangkan pusat riset, kemarin di Bandung nanti Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Mudah-mudahan bisa kolaborasi. Semangatnya membuat Indonesia maju berbasis riset inovasi SDM berkualitas. Itu yang kita sepakati," kata Zaky.

Saksikan video klarifikasi Bos Bukalapak soal kicauannya di twitter di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading