Gegerkan Jagat Twitter, CEO Bukalapak Minta Maaf

News - Fetty Diana, CNBC Indonesia
15 February 2019 12:51
Gegerkan Jagat Twitter, CEO Bukalapak Minta Maaf
Jakarta, CNBC Indonesia- Pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky memberikan klarifikasi resmi terkait cuitan di  akun Twitter pribadinya tentang presiden baru dan perbandingan data anggaran riset penelitian dan pengembangan.

Cuitan heboh Zaky sempat memicu tagar #uninstallbukalapak menjadi nomor 1 di jagat Twitter dan digunakan untuk menggelorakan gerakan menghapus aplikasi Bukalapak. Hal itu terjadi akibat cuitan Zaky saat membahas perbandingan dana riset soal industri 4.0 yang menempatkan Indonesia di posisi ke-43.

Dalam klarifikasinya, Zaky menuliskan "Mewakili Bukalapak, Achmad Zaky memohon maaf atas kekhilafan dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu."



Siaran pers berjudul "Klarifikasi Achmad Zaky: Bukalapak Dukung Riset dan Pengembangan Teknologi di Indonesia" itu menyebar di awal pers Jumat (15/2/2019) setelah tagar #uninstallbukalapak ramai. Selain itu, sempat juga gambar viral yang mengganti nama 'Bukalapak' menjadi 'LupaBapak'. 

Dalam keterangan persnya, Zaky menegaskan pada prinsipnya, pihaknya sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Zaky juga sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

Mewakili Bukalapak, Zaky memohon maaf atas kekhilafan dan segala kesalahpahaman yang timbul. Dia dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

Foto: Uninstal bukalapak. (twitter @achmadzaky)
"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," katanya.

Pihaknya juga berterimakasih dan mengapresiasi kebijakan serta dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini kepada Bukalapak. Presiden Joko Widodo juga sempat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-9 Bukalapak pada 10 Januari 2019.

Selain membandingkan anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) Indonesia yang sangat rendah ketimbang negara lain. Di akhir tulisannya, dia menuliskan mudah-mudahan "presiden baru bisa naikin, hal itu yang memicu reaksi sejumlah netijen. Namun sejak Jumat ini, cuitan tersebut sudah dihapus. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading