Bukan Sihir, Laba Pertamina Meroket Rp 15 T Dalam 3 Bulan

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
12 February 2019 21:13
Bukan Sihir, Laba Pertamina Meroket Rp 15 T Dalam 3 Bulan
Jakarta, CNBC Indonesia- Sempat bikin was-was, keuangan PT Pertamina (Persero) di 2018 ternyata membawa kabar baik. Tanpa diduga, perseroan ternyata bisa membukukan laba hingga Rp 20 triliun di tahun lalu.

Hal ini diungkap langsung oleh Presiden Joko Widodo saat dijumpai di acara gala dinner Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Jokowi mengaku mendapatkan angka tersebut langsung dari Pertamina. "Ah, kemarin [Pertamina] laporan lisan ke saya, untungnya di atas Rp 20 triliun kok," ucap Jokowi, sembari tertawa.




Naik Rp 15 triliun dalam 3 Bulan

Laba yang dicetak Pertamina ini memang mengejutkan. Pasalnya, hingga akhir kuartal III tahun lalu perseroan disebut cuma mampu bukukan Rp 5 triliun berdasar paparan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perolehan tersebut merosot jauh dibanding capaian di 2017 lalu. Laba tercatat merosot sekitar 81% dibanding yang bisa dicapai perseroan di periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan membukukan laba US$ 1,99 miliar atau setara Rp 26,8 triliun. Sedangkan dalam setahun lalu perseroan bisa membukukan laba hingga Rp 35 triliun.

Pengamat energi dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi mengatakan ada beberapa hal yang membuat laba perusahaan merosot tajam, saat itu. Pertama, BUMN migas tersebut harus menanggung potential loss sebagai akibat dari kenaikan harga minyak dunia tetapi harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tidak naik.

Selain potential loss, lanjut Fahmy, produksi hulu migas di semua blok, ONWJ, Mahakam, dan lain-lain, rata-rata turun di bawah target APBN. "Yang ketiga, efisiensi Pertamina itu sangat rendah, banyak pemborosan dalam pengeluaran biaya," ujar Fahmy, Desember lalu.

Saksikan video wawancara dengan Menteri Jonan terkait laba Pertamina hanya Rp 5 triliun di bawah ini
[Gambas:Video CNBC]

Namun, dalam hitungan bulan laba meroket jadi Rp 20 triliun. Apa yang membuat laba terdongkrak cukup tinggi?

Kontribusi anak usaha
Sampai saat ini belum ada laporan keuangan yang dirilis Pertamina maupun BUMN yang bisa mengkonfirmasi kenaikan laba yang diperoleh induk Holding Migas ini.

Namun, Januari lalu anak usaha Pertamina di sektor hulu yakni Pertamina EP mencatat laba cukup besar yakni US$ 753 juta atau setara Rp 10,69 triliun. Laba dicetak karena adanya kenaikan produksi migas Pertamina EP yang mencapai 101 % dari target dengan total produksi 255 MBOEPD.



Suntikan PGN

Pendapatan Pertamina yang cukup signifikan lainnya adalah masuknya dana segar dari PT PGN Tbk di pertengahan Januari lalu untuk akuisisi Pertagas.

Akuisisi itu menandai babak baru holding BUMN migas paska ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli (Sales Purchase Agreement/SPA)Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN. Pembelian 51% saham Pertagas dan anak usaha yang semula sebesar Rp 16,6 triliun menjadi Rp 20,18 triliun. 


PGN mengakuisisi 2,59 juta yang setara dengan 51% dari seluruh saham di Pertagas termasuk kepemilikan di seluruh anak perusahaannya. 

"Pembayarannya dilakukan dua kali, 50 persen cash selebihnya kita terbitkan surat utang ke Pertamina," kata Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso saat acara konferensi pers di Graha PGN, Jumat (11/1/2019). 

(wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading