Ini Strategi BKPM Kejar Target Investasi di Tahun Politik

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
07 February 2019 18:56
Ini Strategi BKPM Kejar Target Investasi di Tahun Politik
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini investasi pada tahun ini bisa melebihi capaian tahun 2018. Walaupun tahun 2019 dibayangi risiko politik seiring pelaksanaan Pemilihan Umum.

Mengacu data BKPM, tahun lalu, realisasi investasi Indonesia hanya tumbuh 4% menjadi Rp 721,3 triliun. Angka itu berada di bawah target ditetapkan pemerintah sebesar Rp 765 triliun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Tahun ini target realisasi investasi Rp 792,3 triliun.

Direktur Wilayah I BKPM Agus Joko Saptono menjelaskan, investasi di 2018 melandai karena dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah yang terimbas dari kebijakan The Fed yang mengerek bunga acuan beberapa kali. Pengaruh lain adalah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.



"Dari sisi prospek 2019, kami masih optimis ini akan terlihat naik," kata Agus saat acara Diskusi Publik Tantangan Mendorong Pertumbuhan dan Menarik Investasi di Tahun Politik yang digelar INDEF di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Optimisme itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan di 2018 yang tetap tumbuh 5,17% di tengah meningkatnya gejolak perekomian global.



BKPM, kata dia, juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk menggenjot realisasi investasi lebih tinggi. BKPM juga telah mengevaluasi implementasi fasilitas percepatan importasi jalur hijau dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang tujuannya mendukung investor yang sedang merealisasikan proyek investasinya.

"Saat ini ada 125 perusahaan yang sudah memanfaatkan, sehingga dia bisa melakukan percepatan produksi," tuturnya. 


Selain itu, BKPM juga terus melakukan perbaikan sistem Online Single Submission (OSS).



INDEF memproyeksikan investasi di Indonesia bisa tumbuh di level 6% di tahun 2019. Target itu bisa dicapai dengan catatan, pemerintah bisa memetakan apa yang investor butuhkan agar mau menanamkan modalnya di tanah air. 


"Tahun lalu investasi di bawah pertumbuhan ekonomi, 4 persen, biasanya investasi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi, tahun ini harapannya bisa di atas 6%, dengan syarat, pemerintah memetakan apa yang investor butuhkan," kata peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus, kepada CNBC Indonesia saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Ia mengakui, memang ada pengaruh tahun politik di tahun ini. Hal itu membuat sikap pelaku pasar cenderung untuk wait and see. Namun faktor yang menurutnya lebih menentukan mengenai kebijakan yang diambil pelaku pasar akan tergantung pada hasil pemenang Pilpres 2019.

"Siapapun yang menjadi pemerintah, harus ada guidance besar, menciptakan iklim bisnis makin kondusif, jaga stabiltas iklim investasi," ujarnya.
Simak video terkait keyakinan BKPM terhadap investasi di 2019 di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading