Cerita Jokowi di Bekasi: Dari Afghanistan Hingga PKI

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
25 January 2019 20:40
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan ribuan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Bekasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan ribuan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Bekasi, Jawa Barat. 3.000 sertifikat tanah diberikan sercara simbolik oleh kepala negara.

Ini merupakan pemberian sertifikat tanah ketiga yang dilakukan orang nomor 1 di Indonesia itu, setelah menyerahkan sertifikat tanah untuk masyarakat Tangerang, Banten, dan 204 sertifikat wakaf kepada pengurus Masjid Al-Hikmah, Bekasi.

Dalam pidatonya, kepala negara menegaskan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara besar besar yang dianugerahi dengan keanekaragaman budaya. Hal ini, menurutnya perlu terus dijaga.


"Saya sampaikan, marilah kita menjaga persatuan, kerukunan. Kita pelihara ukhuwah, Islamiyah, Wathoniyah kita. Bangsa kita bangsa besar," kata Jokowi, Jumat (25/1/2019).

Di depan ribuan masyarakat, Jokowi pun menceritakan sejarah Afghanistan, sebuah negara kaya dan menyimpan cadangan emas maupun sumber daya alam dalam jumlah besar.

"Tapi karena konflik suku, perang, apa yagn terjadi? 40 tahun tak selesai-selesai, kita ikut mendamaikan. Waktu saya ke sana setahun lalu, 2 hari sebelumnya ada bom meledak. 103 meninggal di Kabul. 2 jam sebelum saya mendarat, ada bom meledak, 5 tewas," kata Jokowi.

"Apa yang diceritakan Ibu Rula Ghani [Ibu Negara Afghanistan]? Dulu kita naik mobil bebas. Sekarang yang menderita 2. Anak-anak dan wanita. Enggak bisa nyetir dan sekolah. Sekarang main sepedah saja sudah untung. Ini akibat perang. Itu hanya 7 suku. Kita? 714 suku," tegasnya.

Jokowi pun mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak terpecah belah, terutama dalam suasana pemilihan umum. "Jadi saya titip betul, negara kita ini majemuk. Jaga kerukunan kita. Jangan sampai karena pilhan Bupati, Gubernur, Presiden, kita jadi tak rukun,"

Sikap yang ditunjukkan Jokowi tak lepas dari berbagai isu sensitif yang kerap kali mengemuka jelang tahun politik. Misalnya, seperti tudingan yang menyebut bahwa dirinya adalah seorang anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya 4 tahun dengerin. Ya Allah, sabar, sabar. Coba dilihat, Presiden Jokowi itu PKI. Ada enggak itu di Bekasi? [...] Gambar seperti itu banyak di medsos. Saya cari kok di dekatnya ada saya? Coba. Lahir saa belum. Tapi gambar saya ditaruh di situ. Kejam enggak itu?," jelasnya.

"Anak saya, pak ada gambar gini di medsos. Saya lihat. Lah kok wajahnya mirip saya? Kejamnya politik seperti itu," sesal Jokowi.




Artikel Selanjutnya

Yenny Wahid: PKI Jadi Isu Komoditas Politik


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading