Jokowi Hidupkan Rel KA 'Mati', Selamatkan Bandara Kertajati?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
18 January 2019 16:26
Jokowi Hidupkan Rel KA 'Mati', Selamatkan Bandara Kertajati?
Cibatu, CNBC Indonesia - Sehari selepas debat perdana pemilihan presiden (pilpres) 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau rencana reaktivasi jalur KA non-aktif di Jawa Barat (Jabar), Jumat (18/1/2019).

Selain bertujuan untuk menumbuhkan titik pertumbuhan ekonomi baru di Jabar, langkah reaktivasi diyakini dapat 'menyelamatkan' Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka.




Seperti diketahui, sejak beroperasi Mei 2018, tingkat keterisian penumpang (load factor) saat hari biasa (weekdays) masih berada pada kisaran 50%. Sedangkan akhir pekan (weekend) sekitar 70%.

PT Bandarudara Internasional Jawa Barat membenarkan kekurangan sosialisasi sehingga Bandara Kertajati sepi penumpang. Masalah lain adalah jarak yang terlampau jauh dari wilayah sekitar seperti Cirebon dan Kuningan.
'Hidupkan' Trek KA 'Mati' Jabar Selamatkan Bandara Kertajati?Foto: Humas Direktorat Perhubungan Udara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, reaktivasi jalur KA, Bandung-Garut dan Cianjur-Bandung akan dimulai tahun ini. PT KAI sudah melakukan dari Bandung menuju Garut, sedangkan Kementerian Perhubungan kebagian Cianjur menuju Bandung.

Namun, rencana itu tidak akan berhenti di sana. "Nanti jalur-jalur tersebut akan diteruskan ke Bandara Kertajati. Ini jalur-jalur yang nanti menjadi jangkar karena seperti kita ketahui kereta api sebagai suatu angkutan yang paling digemari masyarakat, murah, tidak ada polusi dan tepat waktu," kata Budi di Cibatu, Jawa Barat.
'Hidupkan' Trek KA 'Mati' Jabar Selamatkan Bandara Kertajati?Foto: Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut (Wisma Putra/detikcom)

Ia pun mengatakan, banyak manfaat dari pembukaan jalur reaktivasi jalur KA tersebut. Slaah satunya masyarakat menjadi mempunyai alternatif dalam melakukan perjalanan, tidak hanya melalui jalan raya.

"Kemudian kita bisa mengaktifkan lagi aset yang kita miliki dan difungsikan dengan maksimal serta ada suatu yang potensial dari pariwisata yang dapat di tonjolkan," ujar Budi.

Kendati demikian, Budi mengaku masih ada kendala berupa penolakan warga di sejumlah daerah. Terkait hal itu, dia mengaku memahami keputusan warga. "Ya kalau kita harus jujur itu kan tanah negara itu nanti ada semacam bukan ganti rugi untuk mereka pindahkan rumahnya," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading