Mengintip Gaji PNS, Apa Benar Rendah?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
18 January 2019 14:12
Mengintip Gaji PNS, Apa Benar Rendah?
Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto memiliki cara tersendiri dalam mengurangi perilaku korupsi. Salah satu kebijakan yang diambil, adalah dengan menaikkan gaji para pegawai negeri sipil (PNS).

Dalam debat perdana yang digelar di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019), Prabowo menyebut gaji para birokrat masih relatif kecil. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat para hak abdi negara menyalahgunakan kewenangannya.

"Ada ketakutan birokrat akan masa depan mereka. Disitulah terjadi sikap garu-garu, tidak kuat mendapat godaan, tawaran dari swasta," kata Prabowo.
Foto: Cover Insert/Pilpres 2019/Edward Ricardo

Presiden Joko Widodo sebagai incumbent pun merasa gaji yang diterima para PNS sudah jauh lebih dari cukup. Apalagi, sudah ada berbagai insentif yang diberikan pemerintah untuk mensejahterakan PNS.


"Kita tau gaji sudah cukup, dengan tambahan tukin [tunjangan kinerja] sudah besar. Yang penting perampingan birokrasi," kata Jokowi.

Benarkah demikian?

Selama 4 tahun berada di pemerintahan, Jokowi tercatat telah berkali-kali menaikkan tunjangan kinerja PNS. Misalnya, tunjangan kinerja Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan lainnya.

Pada tahun ini, pemerintah memutuskan untuk menaikkan gaji pokok PNS baik yang aktif maupun pensiun dengan rata-rata kenaikan 5%. Bahkan, bisa dipastikan PNS di 2019 mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 dengan besaran satu kali gaji pokok.

Gaji PNS di 2018, memang masih sama dengan tahun fiskal 2015. Dalam lampiran peraturan pemerintah (PP) 30/2015, gaji PNS jabatan terendah dengan masa kerja 0 tahun hanya sekitar Rp 1,48 juta.

Sementara itu, PNS dengan jabatan tertinggi dengan masa kerja 32 tahun memiliki gaji pokok sebesar Rp 5,62 juta. Dari tahun fiskal 2014 sampai dengan 2015, kenaikan gaji PNS sekitar 6%, dan selama tiga tahun berturut-turut tidak mengalami kenaikan.

Adapun kenaikan gaji pokok PNS aktif maupun pensiunan akan dipukul rata untuk PNS pusat maupun daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan telah menyiapkan sekitar Rp 215 triliun untuk membayar gaji PNS dan pensiunan, yang mencakup kenaikan gaji rata-rata 5%, pembayaran gaji ke-13, dan penyaluran THR tahun ini.

Bahkan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyebut bahwa pemerintah saat ini tengah kembali menyesuaikan tunjangan kinerja PNS di sejumlah kementerian. Adapun besarannya bervariasi mulai dari 70% sampai 90%

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading