Tol Trans Jawa Sudah Bisa Digunakan, Berapa Tarifnya?

News - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
21 December 2018 07:52
Tol Trans Jawa Sudah Bisa Digunakan, Berapa Tarifnya?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo dan pejabat kementerian dan lembaga terkait, Kamis (20/12/2018), meresmikan tujuh ruas Tol Trans Jawa. Para pejabat negara ini juga berkesempatan menjajal Tol Trans Jawa, dengan titik awal Surabaya, Jawa Timur, dan berakhir di Jembatan Kalikuto di Batang, Jawa Tengah.

Mulai hari ini, Tol Trans Jawa bisa dinikmati oleh masyarakat. Hingga Bulan Januari 2019, tarif Tol Trans Jawa masih nol rupiah, alias gratis. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, yang ditemui usai peresmian di ruas Jembatan Kalikuto.



"Yang jelas ini belum ditarifkan, jadi dioperasionalkan, tidak ditarifkan dulu, untuk memberikan waktu pada masyarakat untuk sosialisasi," ungkapnya.


Lantas, berapa tarif ruas Tol Trans Jawa yang baru saja diresmikan ini?

Desi menjelaskan bahwa pihak BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol) masih merundingkan tarifnya dan akan segera diumumkan pada masyarakat. Hanya saja menurut Desi, tarif untuk Tol Trans Jawa yang baru diresmikan, diperkirakan Rp 1.000 per kilometer.

Ada perbedaan tarif bagi pengguna jalan tol, khususnya untuk kendaraan golongan tiga dan empat. Pengguna jalan tol dengan transportasi 'kelas berat' ini, sering mengeluhkan tingginya tarif tol.

Tol Trans Jawa Sudah Bisa Digunakan, Berapa Tarifnya?Foto: Infografis/Tol Jakarta-Surabaya/Edward Ricardo

Terkait hal tersebut, Desi hanya menyampaikan bahwa para pengguna jalan tol dengan golongan tiga dan empat tidak akan rugi membayar meski tarifnya tinggi. Hal ini dikarenakan tol ini dapat menjamin efisiensi waktu dan bisa meningkatkan produktivitas.

"Mereka akan rasakan manfaatnya, mungkin tarif tinggi tapi cepat. Satu hari bisa dua sampai tiga rid [mondar-mandirnya]. Asalkan kondisi kendaraan harus sehat."

Menteri Perhubungan Budi Karya juga menjelaskan hal yang sama. Menurutnya, melalui jalan tol bisa menghemat waktu sekitar 30 sampai 40% ketimbang melalui jalur pantura.



Meskipun demikian, pihaknya akan mempertimbangkan perihal keberatan tarif dari pengguna jalan tol golongan tiga dan empat ini.

"Ada evaluasi itu berkaitan dengan tol yang digunakan oleh truk-truk besar, jadi ada satu evaluasi penyamaan tarif sehingga mereka tidak terasa mahal. Perkiraannya naiknya 15%. [Tol Trans Jawa ini] aman sekali [untuk menghindari macet], tandasnya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading