Produksi Gas Turun, Pertamina: Banyak Lapangan Tua

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
19 November 2018 16:14
Produksi Gas Turun, Pertamina: Banyak Lapangan Tua
Jakarta, CNBC Indonesia- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan, produksi gas PT Pertamina (Persero) sampai pada 17 November 2018 realisasinya masih jauh dari target akhir tahun, utamanya untuk produksi dari PT Pertamina Hulu Mahakam, dan PT Pertamina Hulu Energi ONWJ.



Berdasarkan data SKK Migas, produksi gas dari PT Pertamina melalui anak usahanya adalah sebagai berikut:


1. PHM
target APBN: 1.110 MMSCFD
realisasi: 76,7%
outlook 2018: 843 MMSCFD

2. PT Pertamina EP 
target APBN: 831,7 MMSCFD
realisasi: 98,3%
Outlook 2018: 811 MMSCFD

3. Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO
target APBN: 135,19 MMSCFD
realisasi: 94,1%
outlook 2018: 126 MMSCFD

4. PHSS (Sanga-Sanga)
target APBN: 80 MMSCFD
realisasi: 99,4%
outlook 2018: 72 MMSCFD

5. PHE ONWJ
target APBN: 135 MMSCFD
realisasi: 63,1%
outlook 2018: 83 mmscfd






Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati menuturkan, jauhnya realisasi tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan produksi (decline) dari lapangan-lapangan Pertamina yang mayoritas merupakan lapangan sepuh.

"Untuk ONWJ, run rate di awal terlalu tinggi, terus ada juga decline yang cukup besar untuk gas, sekitar 20%. Sedangkan Mahakam, juga mengalami decline sangat tinggi, sekitar 50%. Decline adalah hal wajar, apalagi itu adalah blok-blok sepuh," terang Meidawati kepada CNBC Indonesi saat dihubungi, Senin (19/11/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan, tentu pihaknya terus berupaya menjaga agar produksi meningkat dan menahan penurunan. Misalnya dengan melakukan well intervention dan pengeboran baru.

"Kami terus melakukan upaya-upaya untuk menaikkan produksi dan menahan decline, utamanya mengurangi decline. Kami  lakukan well intervention, bahkan pengeboran," pungkas Meidawati. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading