Jack Ma Buka Sekolah Entrepreneur di Indonesia

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
15 October 2018 14:30
Materi dalam institut tersebut akan difinalkan oleh Jack Ma. Foto: CEO Alibaba Grup Jack Ma saat hadir di Pertemuan Bank Dunia IMF-WB (CNBC Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia - Alibaba ingin membuka Jack Ma Institute of Entrepreneurs di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, melalui siaran pers.

Menperin mengatakan institut itu akan menumbuhkan wirausaha dan SDM terampil sesuai kebutuhan era ekonomi digital.

Foto: Jack Ma (REUTERS/Johannes P. Christo)


"Tentunya mereka sudah punya model sendiri dan diharapkan menjadi prototype untuk menciptakan SDM kita lebih berkualitas," kata Airlangga melalui siaran pers, seperti dikutip Senin (15/10/2018).

Dia mengatakan pada 2030, Indonesia siap memperkuat e-economy di mana dibutuhkan 17 juta talenta yang melek teknologi.




Adapun mengenai materi dalam Jack Ma Institute, Menperin mengatakan saat ini masih dibahas dan akan difinalkan oleh Jack Ma.

Beberapa materi yang menjadi fokus perhatian di antaranya terkait tentang pengelolaan komputasi awan (cloud computing), teknologi keuangan termasuk blockchain dan infrastruktur internet.

"Sedangkan, pemerintah akan menyiapkan regulasinya, seperti mengenai fintech. Tetapi untuk yang lain, Jack Ma hadir sebagai advisor pemerintah. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan seandainya untuk mendorong sistem bantuan sosial melalui fintech," paparnya.




Airlangga menegaskan, langkah kolaborasi dalam membangun kualitas SDM dan penerapan teknologi digital ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. "Di dalam roadmap, kita akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1-2% serta potensi penambahan sebesar USD200 miliar di tahun 2030," ungkapnya.

Sementara itu, Jack Ma menjelaskan, pihaknya menargetkan setiap tahun dapat mencetak seribu pemimpin teknologi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

"Kami akan memberi banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk belajar, misalnya melalui pelatihan bagi 300 pengembang dan insinyur tentang pengelolaan komputasi awan," ujarnya.




Jack Ma mengatakan penting bagi RI untuk berinvestasi dalam meningkatkan kompetensi SDM.

"Karena ketika orang semakin bertambah, pikiran orang berubah, dan keterampilan orang meningkat, maka kita harus dapat memasuki periode digital," ucapnya.

Jack Ma sendiri sempat hadir dalam rangkaian acara IMF-World Bank Meetings 2018 yang berlangsung di Bali pada 8-14 Oktober 2018.
Artikel Selanjutnya

Bandel, Jack Ma Terus Dipersulit China


(ray/dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading