Darmin: Kenaikan Bunga Acuan BI Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

News - Ratu Rina, CNBC Indonesia
28 September 2018 13:43
Darmin: Kenaikan Bunga Acuan BI Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta, CNBC Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan, yaitu BI 7-Day RR, sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 26 September 2018 hingga 27 September 2018.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan alasan BI menaikkan suku bunga acuan lantaran Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve juga menaikkan suku bunga.


Oleh karena itu, penaikan suku bunga acuan oleh BI perlu dilakukan agar stabilitas ekonomi Indonesia tidak semakin tertekan.

"Kan kalau sudah harus memilih antara stability dengan growth, ya kalau stability-nya terancam ya stability-nya dulu yang diurusi," ujar Darmin saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

"Nah sementara itu kenaikan tingkat bunganya, walaupun tidak otomatis satu banding satu menaikkan lending rate, pasti akan ada pengaruhnya," lanjutnya.

Lebih lanjut, Darmin mengakui, kenaikan tingkat suku bunga acuan diyakini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, seberapa besar pengaruhnya, Darmin menyebut tergantung dari upaya pemerintah mendorong sektor lain.

"Itu sebabnya kemudian ya kita selain merumuskan kebijakan-kebijakan, bisa sektoral, tapi bisa juga seperti yang kita sedang rumuskan ulang sebenarnya, yaitu mengenai insentif pajak (tax holiday), kelihatannya perlu diperluas ya untuk investasi," ujarnya.

Terkait pertumbuhan ekonomi kuartal III, Darmin meminta publik agar menunggu pengumuman oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut jadwal, BPS akan mengumumkan tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PBD) pada November nanti. (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading