Percepat Proses Bank, Ripple akan Luncurkan Mata Uang Crypto

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
17 September 2018 20:43
Percepat Proses Bank, Ripple akan Luncurkan Mata Uang Crypto
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan rintisan blockchain, Ripple, akan meluncurkan aplikasi komersial yang berfokus pada mata uang crypto (cryptocurrency). Peluncuran diperkirakan akan dilaksanakan bulan depan atau bulan berikutnya.

"Perusahaan membuat kemajuan signifikan dengan produk xRapid. Hal itu ditujukan untuk membantu bank dalam mempercepat transaksi dengan menggunakan mata uang crypto, XRP," kata Kepala Bidang Regulasi untuk Asia-Pasifik dan Timur Tengah di Ripple, Sagar Sarbhai, Senin (17/9/2018).

Ripple menyatakan xRapid menggunakan mata uang XRP sebagai "jembatan" antarmata uang. Hal itu memungkinkan penyedia pembayaran dan bank memproses transaksi lintas batas dengan lebih cepat.


Misalnya, proses transaksi dari dolar AS ke rupee India. Menurut Ripple, untuk memproses, bank memerlukan akun pra-pendanaan mata uang lokal.

Dengan xRapid, Ripple mengklaim proses akan dipercepat dengan mengubah dolar AS menjadi token XRP. Kemudian uang dipindahkan ke luar negeri, dan diubah kembali menjadi rupee India.

Perusahaan telah membuat kesepakatan dengan berbagai lembaga keuangan ternama, termasuk Santander, American Express, MoneyGram, dan Western Union. Tetapi kemitraan tersebut sejauh ini tidak terkait dengan XRP atau benar-benar masih uji coba XRapid.

Sarbhai mengatakan lebih dari 120 bank dan lembaga keuangan telah bermitra dengan Ripple yang menggunakan produk berbasis blockchain xCurrent. Produk xCurrent besutan Ripple digunakan oleh bank untuk menyelesaikan transaksi internasional.

Awal tahun ini, Chief Executive Ripple Brad Garlinghouse mengatakan perusahaan akan mendapatkan "lusinan" bank yang menggunakan xRapid pada akhir 2019.

Sejauh ini, pihak berwenang berhati-hati pada mata uang crypto. Ini karena ada kekhawatiran dari penggunaan praktik terlarang seperti pencucian uang atau untuk menipu investor.

Kekhawatiran lain adalah volatilitas yang terkait dengan mata uang, termasuk XRP yang melonjak naik ke nilai fantastis pada akhir tahun lalu, dan turun lagi di tahun ini.

Sarbhai mengatakan peraturan untuk blockchain dan teknologi mata uang telah membaik lantaran pengawas keuangan mulai melihat manfaat crypto.

"Beberapa tahun lalu narasinya adalah: blockchain bagus, crypto buruk," katanya kepada CNBC International. "Sekarang, semakin banyak pembuat peraturan, pembuat kebijakan yang mengambil seluruh ruang dalam satu konjungsi," ujar Sarbhai.

Awal tahun lalu, harga XRP melonjak pesat menjadi lebih dari US$ 0,006 (Rp 89 perak) ke US$3 (Rp 44 ribu). Setelah turun secara signifikan, mata uang itu bernilai sekitar US$28 sen, menurut situs pelacakan indeks CoinMarketCap.

Bahkan pada harga itu, token masih memiliki kapitalisasi pasar jika dihitung dengan mengalikan harga dengan jumlah koin yang beredar sekitar US$11,2 miliar(Rp 166 triliun). Hal itu menjadikan XRP sebagai aset digital paling berharga ketiga.

Ripple didirikan pada 2012 dan memiliki sekitar 60 miliar token XRP dari 100 miliar yang beredar. (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading