Gempa Terus Menerus di Lombok, Apakah Berpotensi Tsunami?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
24 August 2018 13:05
Gempa Terus Menerus di Lombok, Apakah Berpotensi Tsunami?
Jakarta, CNBC Indonesia- Rentetan gempa terus terjadi di wilayah Lombok. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, gempa memang berkaitan dengan Tsunami. Tetapi, ia menilai rentetan gempa di Lombok tidak berpotensi menimbulkan Tsunami.

"Sebenarnya, ancaman Tsunami besar itu dari selatan, tetapi saat ini selatan sedag tenang. Kenapa selatan? karena subduksi dari selatan itu lebih tajam, sama seperti di Aceh. Jadi, dibanding dengan Aceh, kemungkinannya kecil terjadi Tsunami besar di Lombok," ujar Rudy kepada CNBC Indonesia ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/8/2018).



Lebih lanjut, Rudy menjelaskan, subduksi adalah zona yang terdapat pada batas antar lempeng yang bersifat konvergen. Akibat perbedaan massa jenis antara kedua jenis lempeng tersebut, maka lempeng yang lebih besar massa jenisnya menunjam kebawah lempeng lainnya.


Lalu, gempa seperti apa yang dapat menimbulkan Tsunami? Rudy menuturkan, ciri yang signifikan yakni terjadi patahan, pergeseran di dasar laut, dan menyebabkan dislokasi, sehingga mengubah volume ruang laut. 

"Kalau mau Tsunami, itu kan biasanya dikenal laut surut dulu, nah itu karena dislokasi di bawah, airnya turun, kemudian mendadak naik lalu mencari keseimbangan masuk ke ruang laut," terang Rudy.

Ia mengatakan, untuk gempa di Lombok, sepanjang titik epicenternya berada di bagian dalam bawah Pulau Lombok, dan tidak ada dislokasi, maka kemungkinan kecil akan terjadi Tsunami, atau bila terjadi Tsunami tidak sebesar di Aceh.

"Kalau ada pergeseran yang menyangkut permukaan bawah laut, kalau besar itu seperti Tsunami yang terjadi di Aceh, kalau dibandingkan dengan itu, kecil kemungkinan terjadi Tsunami besar," pungkas Rudy.

Sebelumnya, rentetan gempa terus mengguncang wilayah Lombok. Gempa terakhir terjadi pada Minggu (19/8/2018) malam, dengan kekuatan 6,9 SR dan kembali menelan korban jiwa. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (20/8/2018) pukul 10.45 WIB, 10 orang diketahui meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah. 

"Ini adalah data sementara karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (20/8/2018).

Sebelum terjadi gempa besar yang kedua ini di Lombok, BNPB mencatat setidaknya ada 460 korban jiwa dan kerugian hingga Rp 7,6 triliun akibat gempa 7 SR yang menimpa Lombok pada 5 Agustus lalu. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading