Rumah Tahan Gempa Rp 1,5 Juta/M Dibangun di Lombok

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
20 August 2018 13:59
Rumah Tahan Gempa Rp 1,5 Juta/M Dibangun di Lombok
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya melakukan penanganan dan perbaikan kerusakan infrastruktur akibat gempa yang mengguncang Lombok belakangan ini.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi pembangunan teknologi rumah tahan gempa yang disebut RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)

"Kita sudah [kirim panel-panel beton untuk] bangun 20 rumah RISHA [untuk mengenalkan] bagaimana kita membangun rumah tahan gempa," ujarnya di Kementerian PUPR, Senin (20/8/2018).


Sebagai informasi, teknologi RISHA ini merupakan rumah yang dibangun menggunakan panel knock down sehingga mudah dipasang, lebih cepat penyelesaiannya serta lebih murah biayanya dibandingkan konstruksi rumah konvensional.

Foto: Beton rumah tahan gempa 


Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga mengatakan masyarakat membutuhkan biaya sekitar Rp 1,5 juta per meter persegi untuk membangun rumah tahan gempa tersebut. "Jadi kalau tipe 36 ya kalikan saja dengan Rp 1,5 juta kan bisa sekitar Rp 50 juta," jelasnya.

Dengan demikian, hal ini sesuai dengan besaran bantuan dari pemerintah yang diberikan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan berat sebesar Rp 50 juta untuk tiap kepala keluarga dan segera disalurkan secara bertahap mulai Selasa (14/08/2018) sesuai instruksi presiden.

"Kalau rumah rakyat, terakhir masyarakat identifikasi kurang lebih ada 36.000 unit yang rusak berat," kata Danis.

Danis mengatakan teknologi RISHA ini sebelumnya juga telah diaplikasikan di Lombok Utara pada 2 unit rumah contoh yang saat ini digunakan sebagai Balai Dusun Akar-Akar Utara dan Sekolah Adat Bayan, Desa Karang Bajo di Lombok Utara. "Kondisi kedua rumah tersebut [pasca gempa kemarin] masih kokoh," tuturnya.

Foto: Rumah RISHA


Selain mengenalkan teknologi rumah tahan gempa ini, lanjutnya, Kementerian PUPR juga memperbaiki berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan seperti pasar, sekolah, rumah ibadah, dan rumah sakit yang juga dibangun denhan memenuhi standar bangunan tahan gempa.

"Fasilitas publik yang ada itu kita bicara ratusan sekolah, Puskesmas, puluhan masjid besar. Ini butuh proses, saya perkirakan fasilitas publik bisa selesai dua tahun. Kalau yang rumah masyarakat mudah-mudahan segera dalam waktu satu tahun, kuncinya bagaimana masyarakat diajak gotong royong membangun," jelasnya. (ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading