Progres Konstruksi 95%, MRT Jakarta Beroperasi 197 Hari Lagi

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
15 August 2018 18:52
Progres Konstruksi 95%, MRT Jakarta Beroperasi 197 Hari Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Moda transportasi publik mass rapid transit (MRT) Jakarta fase satu rute Lebak Bulus - Bundaran Hotel Indonesia siap beroperasi dalam waktu 197 hari ke depan yaitu sekitar akhir Maret 2019.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan sampai hari ini progres konstruksi MRT Jakarta sudah mencapai 95,33%

"Progres konstruksi MRT Jakarta per hari ini itu 95,33%. Jadi sisa sekitar 5% lagi. Dan kalau kita countdown, masih ada 197 hari lagi menuju operasinya MRT Jakarta," ujarnya di Grand Indonesia, Rabu (15/8/2018).


William mengatakan saat ini pihaknya tengah menjalankan proses pengujian sistem (testing and comissioning) dengan menjalankan kereta pertama MRT di jalur utama mulai 9 Agustus lalu.

"9 Agustus kemarin adalah tanggal penting karena untuk pertama kali MRT Jakarta melakukan testing and comissioning yang meliputi persinyalan, telekomunikasi, track work, dan rolling stock. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan," jelasnya.

Setelah ini, lanjutnya, pada akhir Desember akan dilakukan uji coba operasi (trial run) yang akan berlangsung hingga Februari 2019.



Untuk memperkenalkan terlebih dahulu kepada masyarakat Jakarta, hari ini pihaknya juga melakukan peluncuran (soft launching) aplikasi mobile MRT Jakarta (MRTJ) sekaligus peluncuran maskot MRT Jakarta yang disebut Marti.

"Untuk tahap awal ada tiga fitur utama yang akan ada di MRTJ. Pertama, public engangement, jadi kita akan kenalkan informasi umum mengenai MRT Jakarta. Kedua, operational  readiness, jadi di sana akan dijelaskan bagaimana cara menggunakan MRT jakarta. Terakhir, comercial engangement untuk jual merchandise," paparya.

Peluncuran ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Dia mengatakan pemerintah akan mendukung sepenuhnya penggunaan aplikasi dalam moda transportasi.

"Beberapa waktu lalu saya bicaa dengan MRT, saya minta nanti cara pengoperasiannya terutama layanan bagi masyarakat harus berbasis aplikasi. Kalau pakai sistem ticket itu biayanya mahal, kalau pakai aplikasi seperti QR Code itu bisa mengurangi biaya MRT dan masyarakat sebetulnya," jelas Rudiantara. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading