Internasional

Kalahkan Melbourne, Wina Jadi Kota Paling Layak Huni di Dunia

News - Lynda Hasibuan & Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 August 2018 08:32
Kalahkan Melbourne, Wina Jadi Kota Paling Layak Huni di Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Wina telah menyingkirkan Melbourne untuk pertama kalinya dari posisi teratas di Indeks Global Liveability milik Economist Intelligence Unit (EIU). Hasil ini memperkuat pengakuan bahwa ibu kota Austria itu merupakan kota paling menyenangkan di dunia untuk ditinggali.

Kedua kota besar itu telah bersaing dalam survei tahunan yang dilakukan terhadap 140 ibu kota selama bertahun-tahun, di mana Melbourne telah meraih gelar tersebut untuk tujuh putaran terakhir. Tahun ini, menurunnya ancaman serangan militan di Eropa Barat serta tingkat kejahatan kota yang rendah telah membantu mendorong Wina meraih posisi puncak.

Wina sudah biasa menyabet gelar dan menempati peringkat teratas kota dengan predikat memiliki kualitas hidup terbaik dalam survei yang dilakukan Mercer. Namun, ini pertama kalinya kota itu menjuarai survei EIU, yang sudah mulai dilakukan sejak tahun 2004.

Sementara itu, di posisi tiga terakhir diisi oleh Damaskus, diikuti oleh ibu kota Bangladesh, Dhaka, dan Lagos di Nigeria. Survei ini tidak memasukkan beberapa ibu kota paling berbahaya di dunia, seperti Baghdad dan Kabul.

"Meski dalam beberapa tahun terakhir kota-kota di Eropa dipengaruhi oleh penyebaran ancaman terorisme yang dirasakan di wilayah tersebut, yang menyebabkan peningkatan tindakan keamanan, namun tahun lalu keadaan telah kembali normal," kata EIU dalam sebuah pernyataan terkait laporan yang diterbitkan pada hari Selasa (14/8/2018) tersebut.

"Dalam persaingan jangka panjang untuk mendapatkan gelar, Wina telah berhasil menggusur Melbourne dari posisi teratas karena peningkatan peringkat kategori stabilitas modal Austria," katanya, mengacu pada salah satu dari lima komponen utama indeks.

Wina dan Melbourne mendapatkan poin maksimum dalam kategori perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Tetapi meski Melbourne melanjutkan predikatnya sebagai kota dengan komponen budaya dan lingkungan yang baik, sayangnya hal itu tidak mampu mengalahkan kenaikan peringkat stabilitas yang dicapai Wina.


Osaka, Calgary, dan Sydney, berturut-turut menempati posisi lima besar dalam survei, yang EIU sebut biasanya diisi oleh kota-kota menengah dari negara-negara kaya, yang biasanya menang karena faktor kepadatan populasi yang relatif rendah.

Kota yang jauh lebih besar dan lebih ramai cenderung memiliki tingkat kejahatan yang lebih tinggi dan infrastruktur yang lebih semerawut, katanya, dilansir dari Reuters yang dikutip CNBC International.

Misalnya London, yang berada di peringkat 48.

Wina, yang dulu merupakan ibu kota dari sebuah kerajaan besar dan bukannya republik Alpen kecil seperti saat ini, harus menyesuaikan jumlah populasinya seperti saat sebelum Perang Dunia I, yang sebanyak 2,1 juta jiwa.


Wina dikenal memiliki banyak ruang hijau, di antaranya adalah danau dengan pantai dan kebun anggur yang populer dengan pemandangan ibu kota. Angkutan umum di sana juga murah dan efisien.

Selain predikat keamanan yang secara umum telah ditingkatkan untuk kota di Eropa Barat itu, Wina mendapat poin dari tingkat kejahatannya yang rendah, kata editor survei itu, Roxana Slavcheva.

"Salah satu subkategori yang Wina menangkan dengan sangat baik adalah prevalensi kejahatan yang kecil ... Wina terbukti menjadi salah satu kota teraman di Eropa," katanya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading