Bangun Bandara Soetta II Rp 100 T, Punya Duit Berapa AP II?

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
11 August 2018 15:30
Bandara tersebut diperkirakan rampung pada 2024 mendatang dengan luas wilayah bandara minimal 2.000 hektar.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Angkasa Pura II (Persero) berencana untuk membangun bandar udara baru yaitu Soekarno-Hatta (Soetta) dengan nilai investasi minimal Rp 100 triliun. Bandara tersebut diperkirakan rampung pada 2024 mendatang dengan luas wilayah bandara minimal 2.000 hektar.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan setidaknya mengkaji tiga aspek pendanaan yang akan diraih oleh perusahaan dalam pembangunan bandara tersebut. Pertama ialah kerjasama financing dan self financing, yang kedua ialah public private financing (PPP).

"Pola kerjasama yang ketiga ialah pemberian konsesi penuh, jadi nanti kembali lagi skema pendanaan akan diputuskan kalau nilai investasinya sudah dipastikan," ujar Awal di Kantor Pusat AP II, Tangerang, Sabtu (11/8/18).


Sementara itu, hingga tahun 2021 mendatang, AP II menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 94,96 triliun. Dimana sebagian besar dananya (Rp 83,76 triliun) diraih perusahaan melalui strategic investment.

Dari nilai tersebut, sekitar Rp 36,6 triliun dianggarkan oleh perseroan dalam proses pembangunan bandar udara Soetta II hingga 2021 mendatang.

"Bandara AP II kita susun penambahan kapasitas dan capex kalau dihitung agak kaget hampir Rp 100 triliun. Ini dorongan yang besar juga dari Kementerian BUMN untuk mengakselerasi perkembangan infrastruktur kedepannya," tambah Awal.

Sementara itu, menurut laporan keuangan terakhir (2017), pendapatan usaha AP II tumbuh 22,04% menjadi Rp 8,11 triliun dibandingkan dengan pendapatan usaha pada 2016 senilai Rp 6,64 triliun.

Sedangkan laba bersih perseroan pada periode tersbeut tumbuh 3,58% dari sebelumnya Rp 1,94 triliun menjadi Rp 2 triliun.

Secara operasional, pergerakan pesawat di bandar udara yang dikelola AP II tumbuh 13,46% menjadi 821 ribu kali pada periode tersebut. Sedangkan pergerakan penumpang perseroan tumbuh 10,83% dari sebelumnya 95,17 juta penumpang pada 2016 menjadi 105,48 juta penumpang.

Pada 2017, aset perusahaan tumbuh 16,65% menjadi Rp 32,65 triliun sedangkan liabilitas tercatat naik 31,63% menjadi Rp 10,62 triliun. Ekuitas perusahaan juga tercatat tumbuh 10,59% menjadi Rp 22,03 triliun.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading