Demi Mobil Listrik, Perusahaan Ini Guyur Rp 144 T di RI

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
03 August 2018 11:14
Demi Mobil Listrik, Perusahaan Ini Guyur Rp 144 T di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkap joint venture antara Tsingshan (China) dan Eramet (Prancis) akan membangun pabrik dengan total investasi US$ 10 miliar atau sekitar Rp 144 triliun.

Pabrik itu, jelas Luhut, akan memproduksi nikel, carbon steel, sampai lithium yang digunakan sebagai baterai mobil listrik.

"Tadi saya menerima perusahaan [Tsingshan]. Di Halmahera Utara [bangun pabrik] itu US$ 5 miliar, mereka membangun nikel, carbon steel, sampai lithium. Stage kedua mereka akan masuk US$ 5 miliar lagi," kata dia, Rabu (1/8/2018).


"Lithium itu penting sekali. Kita akan masuk ke industri mobil listrik," tambah Luhut.

Dikutip dari situs resmi perseroan, Tsingshan memiliki empat basis peleburan nikel-krom, peleburan stainless steel dan produksi steel rolling di Indonesia, Fu'an (Provinsi Fujian), Lishui (Provinsi Zhejiang), dan Yangjiang (Provinsi Guangdong).


Di Indonesia, Tsingshan Holding Group beroperasi di bawah nama PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel dengan lokasi pabrik di kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Pabrik stainless steel itu memiliki kapasitas 1 juta ton dalam bentuk slab per tahun, dilengkapi dengan PLTU 2x350 MW.

Sementara itu, Eramet asal Prancis dikenal sebagai korporasi yang gencar mencari cadangan lithium di berbagai belahan dunia.

Diberitakan Reuters pada 5 Juli 2018, Eramet tengah mencari cadangan lithium di Chile, Argentina, dan Brasil untuk meningkatkan portofolio perusahaan khususnya dalam penggunaan mineral seperti baterai untuk mobil listrik.

Di Argentina, Eramet juga akan membuat keputusan terkait dengan rencana melakukan investasi sebesar US$ 467 juta pada semester I-2019.

Adapun Tsinghan dan Eramet saat ini juga sudah bekerjasama di bawah bendera PT Weda Bay Nickel.

Weda Bay Nickel sendiri merupakan kawasan industri dan salah satu tambang yang memiliki deposit nikel terbesar di dunia hingga 9,3 miliar ton, berlokasi di Pulau Halmahera. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading