Klub Orang Kaya RI Mirip dengan Bill Gates Cs

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 July 2018 15:05
Klub Orang Kaya RI Mirip dengan Bill Gates Cs
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata memiliki perhimpunan miliarder yang berkomitmen kuat menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk tujuan filantropi, dan membantu pembangunan pemerintah.

Filantropi Indonesia, yang terdiri dari 15 asosiasi yang mewakili 500 pengusaha kaya maupun lembaga-lembaga itu telah menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah mencapai target pembangunan berkelanjutan atau SDGs pada 2030 mendatang.

SDGs sendiri merupakan rencana aksi untuk umat manusia, planet, dan kesejahteraan yang telah disetujui oleh banyak negara dan memiliki 17 tujuan, 169 target, dan 240 indikator untuk dipenuhi sampai 2030 mendatang.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut, Filantropi dan Bisnis Indonesia untuk SDGs (FBI4SDGs), yang dibentuk beberapa waktu lalu tak jauh berbeda dengan Giving Pledge.

Giving Pledge merupakan sebuah organisasi yang dimulai oleh Warren Buffet, Bill & Melinda Gates untuk mendorong orang-orang terkaya di dunia untuk menyumbangkan sebagian kekayannya membangun beragam bisnis.

Namun menurut Bambang, ada sejumlah perbedaan antara FBI4SDGs dengan Giving Pledge. Jika organisasi tersebut fokus pada kegiatan di seluruh dunia, maka FBI4SDGs hanya fokus pada di Indonesia, untuk membantu pembangunan SDGs.

"Ada kemiripan [dengan Giving Pledge], tapi mereka [FBI4SDGs] fokus di Indonesia," ungkap Bambang saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (30/7/2018).

Lantas, apakah Filantropis Indonesia sudah berkontribusi terhadap pembangunan SDGs? Bambang menyebut, sudah ada beberapa anggota perhimpunan tersebut yang membantu pembangunan.

"Sudah ada, tapi belum terkoordinasi. Sendiri-sendiri, dan beberapa tidak terekam datanya," jelasnya.

Pembina FBI4SDGs, Franciscus Welirang menambahkan, fungsi perhimpunan ini juga nantinya akan mengarahkan filantropis luar negeri untuk ikut serta dalam membantu program SDGs.

"Jadi apabila filantropis dari luar negeri ingin atau berpartisiasi, bisa kami rekomendasikan kepada sektor apa. Kami akan buat ini lebih sinkron," kata Franciscus kepada CNBC Indonesia.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading