2024, Angkutan Massal Jakarta Mampu Angkut 5 Juta Penumpang

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
01 July 2018 19:14
2024, Angkutan Massal Jakarta Mampu Angkut 5 Juta Penumpang
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pada 2024 angkutan massal yang ada di DKI Jakarta dapat mengangkut hingga 5 juta orang per hari. Jumlah tersebut dia perkirakan dapat terpenuhi dengan berbagai pembangunan moda transportasi yang sudah tersedia dan meningkatkan kapasitas penumpang.

Budi merinci, untuk saat ini kereta listrik baru bisa mengangkut 1,1 juta hingga 2,5 juta penumpang per hari. Angka 5 juta dia yakini dapat ditopang oleh kehadiran Light Rapid Transportation, Mass Rapid Transportation, serta pengembangan kereta listrik dan Bus Rapid Transportation atau Transjakarta.

"Saya pikir kita mampu untuk melaksanakan 2024 itu angkutan massal Jakarta sudah bisa dilaksanakan dengan baik. Dan pada saat itu lebih dari lima juta manusia perhari bisa diangkut, artinya 50% pergerakan di Jakarta ini bisa diakomodasi," tutur Budi saat meninjau Depo MRT Lebak Bulus, Minggu (1/7/2018).


Budi juga memperkirakan kehadiran MRT dapat menampung hingga 1 juta penumpang per hari. Sementara itu untuk LRT, dia perkirakan dapat menampung 400 ribu penumpang setiap hari per rangkaian.

"Kalau kita katakanlah ada 4 LRT, itu kira-kira 1,6 juta. Berarti [total keseluruhan] sudah 5 juta," tambah Budi.

Jumlah itu pun menurut Budi tampa memperhitungkan penyempurnaan kereta listrik dan Transjakarta.

Budi menambahkan, pengerjaan proyek MRT jalur utara-selatan fase I telah mencapai 94 persen. Fase itu meliputi rute Lebak Bulus - Bunderan HI sepanjang 15,7 kilometer dan melalui 13 stasiun.

Dalam kesempatan sama, Presiden Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pembangunan fase I telah siap melakukan integrated testing and commissioning pada bulan Agustus mendatang.

"Agustus nanti kita akan pertama kali mulai mengecek seluruh sistem yaitu persinyalan, telekomunikasi, dan listrik [...], pada September kita akan mulai ujicobakan kereta. Akan kita jalankan kereta pertama," jelas dia.

Selain itu, pada bulan yang sama akan tiba pula empat rangkaian kereta yang masing-masing terdiri dari 6 gerbong. Adapun rangkain yang sudah ada saat ini baru berjumlah dua buah.

"Jadi 24 gerbong. Secara bertahap akan tiba sampai November. Jadi pada bulan November seluruh perangkat sudah siap untuk diujicobakan. Pada Desember kita masuk periode uji coba kereta," jelas William.

Sementara target MRT beroperasi secara komersil jatuh pada bulan Maret 2019. Namun, William menyebut belum ada kepastian harga tiket yang akan diterapkan. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading