Ramai Perang Dagang, Pasar Fesyen AS Masih Menarik Bagi RI

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
23 June 2018 06:50
Amerika Serikat digadang menjadi tujuan ekspor busana Indonesia khususnya untuk streetwear. Foto: Freepik
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagai negara yang kental dengan akulturasi budaya, Amerika Serikat digadang menjadi tujuan ekspor busana Indonesia khususnya untuk streetwear. Ini dilihat dari potensi busana streetwear lokal yang kian mumpuni dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik mengatakan tujuan ekspor terbesar produk fesyen Indonesia ke Amerika Serikat sebesar US$ 4,72 miliar. Hal ini bisa saja mencuri peluang pasar AS saat negara itu sedang mengenakan tarif impor yang tinggi dengan China.

"Ya Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar busana Indonesia. Ini sekaligus bisa mencuri peluang pasar AS saat negara itu sedang mengenakan tarif impor yang tinggi dengan China," kata Ricky saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).


Dia menuturkan bahwa fesyen menjadi sub sektor unggulan yang berkontribusi besar pada sektor ekonomi kreatif nasional serta menyumbang ekspor terbesar dari 16 sub sektor yang ada. Pada 2016, Outlook Ekonomi Kreatif 2017 mencatat nilai pendapatan senilai Rp 166 triliun atau berkontribusi sebesar 18,01% terhadap PDB ekonomi kreatif.

Lalu, tujuan negara ekspor di posisi kedua adalah Jepang dengan nilai ekspor US$ 943,6 juta. Sedangkan di posisi ketiga ditempati oleh Jerman dengan nilai ekspor US$ 701 juta.

Sementara, komoditas terbesar produk fesyen ke Amerika Serikat berasal dari industri pakaian jadi dari tekstil.
Artikel Selanjutnya

Perang Dagang, Peritel Fesyen Ini Pertimbangkan Kerek Harga


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading