Internasional

Reformasi Uni Eropa Didepan Mata, Upaya Atasi Kesenjangan

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
17 June 2018 09:55
Le Maire menambahkan, kesepakatan ditargetkan dapat diselesaikan pada Selasa (19/6) Foto: Dok Reuters
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Mair mengumumkan, akhirnya Paris dan Berlin sudah sangat dekat dengan kesepakatan tentang reformasi zona euro setelah berbulan-bulan berada di jalur berbeda.

"Sebuah kesepakatan sudah dekat," ujar Le Maire melalui akun media sosial Twitter miliknya, Sabtu (16/6) malam setelah negosiasi akhir tentang masalah dengan mitra Jerman ini di kota Hamburg, Jerman Utara.

Le Maire menambahkan, kesepakatan ditargetkan dapat diselesaikan pada Selasa (19/6), saat Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan bertemu di dekat Berlin.


Paris dan Berlin berlomba untuk menjembatani kesenjangan antara visi Macron tentang reformasi besar Uni Eropa dan pendekatan Kanselir Angela Merkel yang lebih prudent oleh pertemuan puncak krisis euro pada 29 Juni mendatang.

Seperti dilansir dari AFP, ada dua atau tiga masalah yang tersisa untuk dipilah, tapi hal itu jelas dan terbatas.

Seorang sumber dari AFP mengatakan, kemajuan nyata telah dibuat pada isu-isu sensitif yang masih harus diputuskan, terutama mengenai anggaran zona euro.

Jerman dan negara-negara Eropa utara lainnya telah menolak permintaan Macron untuk memberikan anggaran besar kepada eurozone, karena khawatir akan lebih banyak lagi fiskal di utara yang harus dialokasikan untuk belanja berlebihan oleh pihak selatan yang dinilai lebih boros.

Awal bulan ini, Merkel memang membuat beberapa konsesi, setuju untuk mendukung seruan Macron untuk dana investasi guna membantu negara-negara Eropa yang lebih miskin mengejar di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

Tetapi ukuran dana tetap menjadi tulang utama pertikaian. Merkel mengatakan dana itu harus berada "di ujung batas bawah dari dua digit miliaran rentang euro", sementara Macron telah menyerukan anggaran yang besarnya "setara dengan beberapa poin dari PDB zona euro".

Presiden Prancis ini sedang dalam upaya untuk mendamaikan wilayah Eropa dengan Uni Eropa setelah bertahun-tahun penghematan dan arus migran massal telah membantu mendorong munculnya partai anti-imigran dan nasionalis.

Dia juga telah memperjuangkan proposal reformasi Uni Eropa seperti anggaran umum untuk kementerian keuangan.
Artikel Selanjutnya

Tak Semua Negara Eropa Mau Buru-Buru Ninggalin PLTU Lho


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading