Atasi Sampah, Pemprov DKI Targetkan Punya 4 PLTSA di 2019

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
20 May 2018 15:17
Pemprov DKI menyatakan dari sekitar 7.000 ton sampah dari Jakarta yang berada di Bantar Gebang, hanya sekitar 7%-nya yang dapat diolah kembali.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dengan jumlah penduduk sekitar 10,37 juta jiwa pada 2017, sampah telah menjadi masalah berkepanjangan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sampah dari ibu kota ditampung kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat. 

Namun, masalah tidak selesai di sana. Pemprov DKI menyatakan dari sekitar 7.000 ton sampah dari Jakarta yang berada di Bantar Gebang, hanya sekitar 7%-nya yang dapat diolah kembali. Oleh karena itu, pemprov berusaha mencari cara mengolah dan memanfaatkan sampah tersebut, salah satunya menjadi energi listrik.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (JakPro) akan membangun fasilitas pengolahan sampah dalam kota (intermediate treatment facility/ ITF) yang akan mengubah sampah menjadi energi. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 3 triliun.


Pembangunan ITF yang berlokasi di Sunter Jakarta Utara tersebut bertempat di lahan milik Pemprov DKI Jakarta dengan luas 3,05 hektar. Selain itu, dalam pembangunannya JakPro akan membentuk usaha bersama atau joint venture (JV) dengan perusahaan asal Finlandia.

Setelah pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Sunter dengan kapasitas 35 MW per hari itu, pemprov juga berencana untuk menambah pembangkit serupa di tiga lokasi lainnya pada 2019 mendatang.

"Instruksi Gubernur dan Wagub DKI Jakarta itu ada empat, termasuk yang di Sunter. Jadi, kami harapkan pada 2019 sudah ada empat fasilitas pengolahan sampah dalam kota yang dibangun," ujar Asep Kuswanto Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, di Sunter, Minggu (20/5/2018).

Asep menambahkan, ketiga proyek yang akan dibangun tersebut sedang memasuki tahap pengajuan (tender) dan direncanakan rampung pada akhir 2019. Sedangkan untuk lokasinya akan tersebar di tiga lokasi di DKI Jakarta.


Sedangkan total kapasitas sampah yang dapat diolah masing-masing PLTSA itu berkisar antara 2.000 hingga 3.000 ton sampah per harinya.

"2019 kami harapkan sudah konstruksi ya. Total sampah di Jakarta diperkirakan 8.000 hingga 8.500 ton per hari pada 2021, jadi ke depannya kami berharap seluruh sampah tidak ada lagi yang dikirim ke Bantar Gebang Bekasi," tambah Asep.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading