Rupiah Bergejolak, Rugi Induk Grup Bakrie Naik Jadi Rp 336 M

News - Retelia Nabila, CNBC Indonesia
30 April 2018 13:40
Rupiah Bergejolak, Rugi Induk Grup Bakrie Naik Jadi Rp 336 M
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kinerja keuangan kurang memuaskan. Pada kuartal I-2018, BNBR mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 336,71 miliar atau membengkak dari rugi bersih kuartal I-2017 sebesar Rp 155,03 miliar.

Secara operasional, bisnis BNBR sebenarnya masih bertumbuh. Namun, manajemen harus menanggung kerugian dari kurs.

Pada kuartal I-2018, pendapatan bersih BNBR tumbuh 45,78% menjadi Rp 746,39 miliar. Adapun beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 602,93 miliar. Alhasil, BNBR berhasil mencetak laba kotor sebesar Rp 143,46 miliar.


Pada tiga bulan pertama ini, BNBR harus menaggung kerugian dari selisih kurs sebesar Rp 138,32 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu manajemen mendapatkan keuntungan selisih kurs sebesar Rp 90,26 miliar.

Pos perubahan nilai wajar derivatif juga meningkat dari rugi sebesar Rp 99,7 miliar menjadi rugi Rp 175,58 miliar.

Pada kuartal I-2018, aset BNBR tumbuh 3,22% menjadi Rp 6,8 triliunn dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6,6 triliun. Liabilitas perusahaan pada 2018, 3,34% menajdi Rp 13,22 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 12,8 triliun.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) didirikan pada tahun 1942 oleh almarhum H. Achmad Bakrie (1914-1997). Bermula dari usaha niaga sederhana dan terut tumbuh lebih dari 75 tahun. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading