Internasional

Trump: China Undang AS untuk Bahas Kesepakatan Dagang

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
25 April 2018 - 12:02
Trump: China Undang AS untuk Bahas Kesepakatan Dagang
Washington, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Selasa (24/4/2018) mengatakan pejabat tinggi bidang perdagangan AS akan mengunjungi China menyusul keinginan kedua negara untuk menyelesaikan sengketa dagang yang telah mengguncang pasar global.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Perwakilan Dagang Robert Lighthizer, dan pejabat lainnya akan berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu atas permintaan pemerintah China, kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan oleh AFP.


"Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan bertolak ke China dalam beberapa hari ke depan untuk melakukan negosiasi dagang," ujarnya. "Saya pikir China sangat serius, kami sangat serius."


"Delegasi kami akan berkunjung ke China atas permintaan mereka. Mereka ke sini [AS] baru-baru ini dan kami akan ke sana. Itu hal yang baik," tambah Trump.

Ia juga mengatakan kedua belah pihak memiliki kesempatan yang baik untuk mencapai kesepakatan dagang.

Trump telah mengenakan bea impor terhadap berbagai barang ekspor dari China bernilai sekitar US$50 miliar (Rp 696,3 triliun) untuk merespons dugaan bahwa negara Asia Timur itu mencuri hak kekayaan intelektual milik perusahaan-perusahaan AS.

Beijing membalas dengan mengenakan bea impor terhadap ekspor komoditas pertanian AS yang penting dengan tujuan memukul daerah-daerah yang mendukung Presiden Trump. China mengancam akan melakukan hal yang sama terhadap industri kedelai AS yang sangat sensitif.

Namun, Presiden China Xi Jinping kemudian menyejukkan suasana dengan mengatakan pemerintahannya akan membuka ekonomi China lebih luas lagi, termasuk untuk industri otomotif, sektor keuangan, bagi lebih banyak investasi asing dan perdagangan internasional.


Trump pada hari Selasa menggambarkan hubungannya dengan Xi sebagai "sangat baik".

"Saya yakin sektor perdagangan ini akan bekerja dengan baik namun saya kira juga China sebelumnya tidak pernah menghormati kita sebagaimana yang mereka lakukan selama masa kepemimpinan saya sebagai Presiden yang baru berjalan ini," ujar Trump. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading